RSS

Chicken Stick Lada Garam, Menu Kekinian!

Chicken Stick Lada Garam, Menu Kekinian!

so good lada garamDaerah paling jarang saya kunjungi kalau ke supermarket adalah area makanan beku. Ehhhh, nggak sengaja, pas ngejar hari diskon sayuran di salah satu toko retail, mata saya tertumbuk pada tulisan “CHICKEN STICK PREMIUM” di dalem freezer SO GOOD.  Langsung kepo maksimal sama tanda bintangnya, buka freezer dan mata saya tertambat, hati saya terpikat pada serangkain kata, “Lebih banyak daging ayam.” Fix, saya ambil ini, nggak peduli biarpun ‘cuma’ Premium, bukan Pertalite, apalagi Pertamax Turbo #eh.  Kebayang kalo banyak daging ayamnya, pasti rasanya maknyussss. Cucok myeong gaes, ini yang saya cari. Langsung masuk keranjang belanja.

Sambil terus bongkar-bongkar freezer, saya semakin berbunga-bunga karena bentuk nugget sekarang macem-macem. Ada yang bentuk donat, alfabet, dinosaurus, sampe-sampe bentuk buah-buahan dan pesawat jet! Wahhhh, Vio meracau deh liat bentuk nugget lucu-lucu, semua pengen dibeli. Tenang, Nak, kalo perlu se-freezer kita bawa pulang semua, asal becak kita muat hihihi…

Selain produk nugget, SO GOOD juga punya  siomay instan dan bakso yang dari fotonya aja keliatan enak dan menggugah selera. Kayaknya enak dimasak pas Bandung lagi musim pancaroba gini. Akhirnya saya masukin juga  bakso yam instan dan sosis ayam premium ke troli. Asyekkkk!

***

Kalau biasanya nugget dan kawan-kawan akrab sama anak-anak, kali ini saya bikin resep yang khusus buat ibu-ibu, khususnya penyuka pedas *tunjuk tangan*. Mengikuti tren kekinian di kafe dan resto di Bandung, saya bikin chicken stick lada garam. Berbekal nyicipin tahu lada garam di beberapa kafe, saya pede aja ngira-ngira resepnya.

lada garam 1

CHICKEN STICK LADA GARAM

Bahan
10 chicken stick SO GOOD
5 siung bawang putih ukuran besar, cincang kasar
20  cabe, mix cabe hijau dan merah, potong-potong
1/2 sdt garam
Sejumput merica
1/2 sdt gula
2 batang daung bawang. iris tipis
Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

Cara membuat
1. Potong chicken stick menjadi 4 bagian, lalu goreng dalam api yang banyak dan panas hingga matang. Sisihkan.
2. Panaskan minyak, masukkan bawang putih dan goreng hingga mulai kecoklatan.
3. Setelah bawang mulai berwarna coklat, masukkan potongan cabe dan tunggu hingga agak layu.
4. Terakhir, masukka daun bawang lalu bumbui garam, merica, dan gula, aduk rata. Angkat dan tiriskan.
5. Tata chicken stick di piring, bubuhi bumbu lada garam. Siap dinikmati deh!

lada garam 2

Chicken stick lada garam ini bisa dimakan sebagai cemilan atau temen makan nasi, disanguan kalo kata orang Sunda mah hehehe…  Karena bikinnya lebih gampang daripada menerima kabar pertunangan Babang Hamish, sudah pasti bumbu lada garam ini  masuk top list di Dapur Hangus. Next mau nyobain juga pake nugget atau bakso ikan.

Liat emaknya makan dengan lahap, Vio iri loh! Besok kita masak nasi goreng aja buat kamu ya  bocahhhh…

 

 

 
Leave a comment

Posted by on July 22, 2017 in Kisah di Balik Rasa

 

Tags: , , , , ,

BANANA CAKE AJAIB

BANANA CAKE AJAIB

“Kok ibu bisa bikin banana cake.”
“Ibu hebat banget bisa bikin banana cake.”
“Aku nggak nyangka ibu bisa bikin banana cake.”
De es te dan sebagainya….

Pujian di atas keluar dari mulut Vio. Dia emang bangga banget kalo emaknya bikin sesuatu yang baru. Jangan salah, dia suka pamerin ke temen-temennya loh! Bikin pisang goreng ama bala-bala dia pamer ke temennya. Jadi emak semacam baru bisa masak gitulah wkwkwk… Kata ayahnya sih, sebaiknya pasrah aja, namanya juga chef abal-abal :p.

banana cake 3

Ceritanya, pohon pisang di ujung blok tumbang. Karena sebelahnya rumah kosong, salah satu tetangga inisiatif membagikan buat warga satu blok. Karena kami keluarga sibuk *aciyehhhhh, prettttt* dan jarang ada di rumah, pisang sampe ke tangan kami ketika sudah matang menjelang usia senja. Dimakan biasa sih enak-enak aja, Vio tetep doyan. Tapi kemudian emak cari perkara, “Ini sih pantesnya dibikin banana cake,” dan seketika meluncurlah desakan-desakan dari bocah kecil. Salah besar.

Dengan motivasi biar bocahnya diem, besoknya emak belanja terigu dan margarin. Berbekal kira-kira dan baloon whisk yang udah tujuh turunan kagak beraksi, dimulailah petualangan membuat banana cake. Resep di bawah ini sebaiknya nggak diikuti, karena aslinya ngasal abis. Kerugian baik moril dan materiil bukan menjadi tanggung jawab saya hahaha…

BANANA CAKE AJAIB
Bahan
4 butir telur
500 gram tepung terigu serbaguna
200 gram margarin, cairkan (saya pake Blueband Cake and Cookies)
1 gelas gula (asli nggak tahu berapa gram, pokoknya segelas ukuran 200ml itu)
1/2 sdt baking soda (seadanya di rumah, entahlah udah berapa purnama dia ngendon di rak)
4 pisang yang sudah matang sempurna, jangan yang ABG :p, haluskan dengan garpu
1 buah pisang untuk topping (opsional, bisa diganti keju, chocochip, berlian, permata, apa aja deh yang enak :))
Garam secukupnya.

Cara membuat
1. Kocok telur dan gula dengan whisk sampe tercampur rata. Pokoknya tangan udah pegel, jangan dilanjutin, daripada keluar duit buat ke tukang pijit hihihi…
2. Masukkan campurang baking soda, garam, dan pisang+tepung terigu ke dalam campuran telur dan gula. Aduk rata.
3. Masukkan margarin cair. Aduk rata
4. Oles loyang dengan margarin, lalu masukkan adonan ke loyang. Boleh pake topping, boleh juga polosan.
5. Panaskan oven di suhu 200 derajat selama 20 menit. Setelah panas, masukkan loyang. Panggang selama 20 menit dengan api bawah dan 10 menit terakhir ditambah dengan api atas. Pemanggangan ini disesuaikan dengan karakter oven masing-masing ya, saya ngarang aja pokoknya banana cake nya mateng.

banana cake 2

Nah, segini bantat-nya aja Vio udah takjub liat emaknya bisa baking, kebayang nggak kalo ga bantat, wuihhhhhh… Bisa-bisa emak dipuja ngalahin Teteh Bella si Princess Makuta hahahah *ngarep makkkk*. Dua hari berturut-turut bikin banana cake ini :).

“Ibu, ini banana cake ajaib. Ibu ngarang resep aja bisa enak gini.”

Kadang bagus juga ya anak nggak tau yang namanya GUGLING, saya jadi berasa seperti penyihir, bisa bikin banana cake ajaib mwahahahaha…

 

 
7 Comments

Posted by on July 21, 2017 in Resep

 

Tags: ,

Manisnya Fineza Ngalahin Manisnya Saya

Manisnya Fineza Ngalahin Manisnya Saya

Dari jaman saya baru bisa bikin brownies, sampe sekarang tetep bisanya cuma baking brownies, saya sering banget pake cokelat Colatta. Eh, rejeki  gadis (((gadisssss))) sholihah emang, diundang dong di acara Colatta Sweet Today 3. Jam 7 pagi udah cuss dari Bandung naik travel yang diawali huruf X, saking semangatnya. Nggak nyangka jam 9 udah sampe Jakarta di kawasan Blora. Eh, ternyata ada Car Free Day, tau gitu kan sekalian bawa brownis apa makuta gitu ya buat dijual *otak dagang*.

Colatta Sweet Today digelar di D’Labs, Jalan Riau No. 1, Menteng pada Minggu, 21 Mei 2017. Karena acara jam 12, sementara jam 9 saya udah sampe pool travel di Jalan Blora, saya nyambi jadi tukang parkir dulu beberapa jam. Kalo bawa motor, niatnya sekalian nge-Gojek dulu hahahaha.  Jam  11an saya meluncur ke TKP dan jadi peserta nomor 2 paling pagi. Tumben benerrrrrrr….

Jadi ngapain aja sih acara Colatta Sweet Today ini? Selain gathering para Colavers, nama fans berat Colatta, ada juga talkshow dan tentu saja, baking demo khas Colatta. Sekitar 100 peserta antusias ngikutin talkshow yang dengan nara sumber Mas Tegar dari King Sandwich dan mbak Endang dari Just Try and Taste. Selain itu, acara yang paling penting adalah peluncuran produk baru Colatta, yaitu Colatta Fineza.

Dibanding produk Colatta yang ada sebelumnya, Fineza ini lebih milky dan creamy. Kemasannya juga lebih lux dibanding produk pendahulunya. Buat pemula seperti saya, yang bisanya Cuma bikin brownies *kasian ya kak :p*, Colatta Fineza ini juga mudah diaplikasikan. Colatta Fineza bisa didapatkan dengan mudah di minimarket atau supermarket terdekat dengan harga sekitar 21.500. Asyiknya Colatta emang produknya gampang banget didapet, persis seperti yang dibilang mbak Endang saat talkshow.

Pas baking demo nggak kalah serunya. Chef Akbar  Mochammad yang *ehem* cakep bikin ibu-ibu histeris. Berduet sama Chef Nununk Patimah yang make upnya paripurna sampe akhir acara, Chef Akbar bikin Choco Crunchy Milky Cake dan Red Velvet Ice Cream Pie. Selain kuenya yang enak, duo chef ini bikin saya yang udah sempet berniat nge-Gojek dan jadi tukang parkir tampak kumel. Ndak pede pas foto bareng. Jadi seperti biasa, foto selfie nggak akan diposting, foto kuenya aja yang diposting.

Di antara kedua resep di atas, saya lebih suka Red Velvet Ice Cream Pie. Warnanya cakep dah, udah gitu fotojenik hihihi, cakep difoto dari sisi manapun. Resepnya saya share di sini ya, siapa tau ada yang pengen juga di rumah. Kalau liat Chef Nunung sama Chef Akbar sih kayaknya gampang gitu, semacam nonton video masak di Youtube, 5 step bla bla bla, begitu praktik sendiri stepnya ketambahan 0 di belakang hahahaha. Ruwet gaes!

2

RED VELVET ICE CREAM PIE

Bahan Sugar Dough
75 gr margarin
1 butir telur 100 gr Haan Icing Sugar
200 gr tepung protein sedang
25 gr susu bubuk

Cara Membuat

  1. Campur semua bahan jadi satu, aduk sampai rata, istirahatkan 1 jam biar nggak lelah kayak Hayati :p
  2. Cetak dalam cetakan pie, kemudian panggang dengan suhu 165 derajat Celsius selama kurang lebih 15 menit.

Bahan Cheese Filling
100 gr Haan Wippy Cream
200 ml air es
300 gr cream cheese
150 gr butter
3 sdm lemon juice

Cara membuat

  1. Kocok Haan Wippy Cream dan air es hingga mengembang, sisihkan
  2. Di tempat terpisah, kocok cream cheese dan butter hingga halus, kemudian tambahkan lemon juice. Setelah tercampur rata, tambah whipped cream dan aduk sampai merata.

Bahan Velvet Ice Cream
1 pack Haan Cream Mix Strawberry
125 ml air es/susu cair dingin
75 gr velvet cake crumb

Cara membuat

  1. Kocok Haan Ice Mix Strawberry dan susu cair dengan kecepatan tinggi sampai mengembang
  2. Tambahkan velvet cake crumb. Aduk sampai rata.

Tahap akhir, olesi pie shell dengan Fineza Dark Chocolate, kemudian tambahkan cheese filling. Berikutnya, tambahkan ice cream velvet dengan menggunakan plastik segitiga. Beri hiasan di atasnya biar makin menarik.

Buat saya, yang sudah cukup manis dari lahir, pie ini kemanisan. Jadi, kalo temen-temen seperti saya yang udah manis dari sononya, kurangi gulanya dikit aja biar ga giung. Wanginya aduhai deh pie ini, paduan cream cheese sama red velvet, plus Fineza yang reamy bikin air liur tumpah seember penuh :D.

3

Makasih Collata udah mengundang Dapur Hangus ke acara yang aslinya sweeeeetttt pisan. Ketagihan semuanya, ketagihan makanan siangnya yang endes, kue-kuenya yang enak, emak-emak peserta yang heboh, dan ketagihan ngecengin chef yang cakep hahahaha…. Ssssttttt… ketagihan sama gudibegnya juga dong, karena pas pulang ke Bandung tas saya jadi beranak pinak. Gara-gara gudibeg dari Collat ini, saya bisa bikin pancake empuk yang yummo banget dengan tingkat ekmanisan yang pas seperti saya :p. Fotonya bisa diceki-ceki dan difollow dong kaka di instagram @Cokelatcolatta dan @dapurhangus.

Ditunggu Sweet Today 4 nyaaaaaaaa, stay tune semua di sosmed Colatta, karena selalu ada kuis berhadiah free seat untuk dateng ke acara ini. Hasyeeekkk kannnn ;).

 

Tags: , , , , ,

Sok Kece Motoin Rawon

Sok Kece Motoin Rawon

Salah satu resolusi 2017 saya adalah hidup semurah mungkin. Karenanya, saya lagi melecut diri biar lebih sering masak dan mengurangi ritual kunjungan ke warnas Padang, KFC, dan mengerem liat-liat menu di Go-Food. Berhasil? Hmmmm… belum sih, sebulan ini baru beberapa kali masak tapi udah pamer-pamer terus di IG. Pamer dulu, rasa kemudian.

Eniwei, abis mudik kemaren ceritanya bokek tingkat provinsi, ubek-ubek kulkas ternyata ada seonggok bumbu rawon kesepian di pojokan freezer. Bumbu rawon ini tentu saja gratisan dari Bumbu Ibu Ratna-nya Teh Dyah Prameswarie. Teh Dydie bawa ini pas acara Dapur Hangus Playdate di rumah tahun lalu.

sebelum-dituang

Untuk memenuhi hasrat makan rawon, pergilah saya ke Riau Junction (kudu disebut biar KECEH!) berburu daging murah. Sayangnya daging rawon lagi kosong. Saya lalu banting stir berburu buntut. Sayangnya lagi, buntut sudah dikemas frozen dan harganya luar biasa bikin kantong kurus, coba kalo bikin badan kurus, langsung dibeli tuh buntut. Setelah sa’i di bagian perdagingan, maen mata sama ikan-ikan yang terkubur es, pandangan saya tertuju pada daging iga. Sungguh satu paragraf ini hanya pengen menjelaskan kalau saya beli daging iga hahahah.

Saya rebus daging iga malem-malem. Bumbu Ibu Ratna nggak perlu ditambahin macem-macem, tapi saya suka gatel sih klo masak nggak ngulek duo bawang *pencitraan pol*. Kasian gitu si ulekan udah lama ga dipake. Jadi, saya tambahin bawang putih dan bawang merah, serai sebatang, dan daun jeruk beberapa lembar. Bumbunya saya tumis dulu bersamaan, entah memang harus ditumis atau enggak, tapi pokoknya saya mau numis biar keliatan ada kerjaan dikit wakakak.

Sambil nunggu rawon mendidih, saya masak agar-agar juga. Buat apa? Buat motret hehehe… Postingan ini sebenernya mau nunjukin cara motret makanan berkuah ala profesional. Sebelumnya cara begini nggak pernah saya dokumentasikan. Jadi, mumpung belum ada jadwal workshop plus pemanasan motret (binti rada kurang kerjaan), saya dokumentasikan step by stepnya.

mangkok-dengan-agar

Agar-agarnya buat bikin ganjel mangkok, jadi isiannya nggak tenggelam di dasar mangkok. Penampakannya seperti ini. Seperti cinta, bikin agar-agar ini nggak ada rumus pastinya, dikira-kira aja asal cukup keras. Saya pengen setelah difoto, rawonnya masih bisa dimakan karena sayang juga udah separagraf nyeritain beli daging iga :p, jadi saya pastikan mangkok bersih bebas kotoran dan debu plus bikin agar-agarnya juga pake air mateng dan halal.

Atur daging sedemikian rupa dengan bantuan tusuk gigi biar nggak gerak, setelah itu tuang kuah rawon dengan gelas ukur berleher panjang, pelan-pelan aja biar nggak nyenggol daging. Maaf ini dagingnya kayak pucuk Candi Borobudur karena tinggal dikit dan diultimatum sama bapak suami buat misahin yang buat difoto sama yang dimakan karena doi keburu laper. Kira-kira beginilah penampakan sebelum kuah dituang.

mengatur-daging

Setelah ditata titi, jadi cakep kan? Kudu banyak belajar biar ngaturnya makin luwes, nggak kayak Candi Borobudur lagi.

 

Setelah puas pake lampu studio, saya pindah posisi di dapur, motret pake natural light. Karena udah capek banget plus laper plus udah keringetan, plus emang males anaknya, nggak banyak ngatur-ngatur. Nasi tinggal ditumplekin ke mangkok, trus rawon dituang lagi ke gelas ukur. Karena udah nggak anget, jadi lemaknya udah muncul, di sinilah fungsi blowtorch. Lemak-lemak yang muncul di permukaan kuah bisa dibakar, sayangnya lemak perut nggak bisa ya :p.

 

Hayati lelah, jadi sesi foto harus segera disudahi. Saya ambil nasi setengah, lalu tumplekin lagi rawon ke panci dan dipanasin ulang. Hmmmm rasanya jadi rada aneh, mungkin ketetesan keringet hahaha… Biasalah, sebelum motret nggak pake acara mandi dulu, jadi ada taste asem0asem kecut di rawonnya. Tapi, kayaknya memang udah nempel-nempel ke ager rada pengaruh ke rasa juga. Alhamdulillah rawon yang saya bikin abis, makasih Bu Ratna, rawonnya enakkkkkk, persis bikinan ibuk saya.

Gimana? Bermanfaat kan postingan ini? Jangan lupa klik like, share dan ketik AMINNNNNN…. *ditimpuk panci rawon*.

 

 

 

 
3 Comments

Posted by on January 17, 2017 in Jeprat Jepret

 

Tags:

Ngopi (dan Pacaran) di Tahura

Ngopi (dan Pacaran) di Tahura

tahura-12

Jarang sekali saya ikhlas sepenuh hati mandi pagi, katakanlah sebelum jam 12 :p. Tapi tadi pagisaya langsung melesat ke kamar mandi ketika suami bilang, “Mau survei ke Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda!”

IKUTTTTT!!!!!!!

 

Saya belum pernah menyambangi Armor Coffee yang tersohor, baru liat-liat aja di IG berseliweran fotonya, instagenic pisan euy. Ngopi di tengah hutan pinus, kerenlah pokokna mah. Dengan kekuatan bulan, saya pede nggak sarapan, kan mau pacalan di Tahura, sekalian makan siang wkwkwk :p.

Jam 11 teng saya nyampe sana, taulah pokoknya suami saya mau apa ke kantor pengelola, saya mah setia ngintilin aja pokoknya. Ternyata cepet banget, cuman ngasih surat dan langsung cuss ke Armor. Jreng-jreng, ternyata ga ada makanan berat, yang paling berat cuman singkong goreng sama ubi cilembu aja, wah bisa turun berat badan saya kalo cuma makan itu doang *sombong* (lalu ngakak karena nggak mungkin :p).

Singkong gorengnya namanya unik, cabe-cabean si Engkong. Manalah mamak-mamak ga gaul ini abis pesen singkong pake nanya ke mas-masnya, “Mas, kalo cabe-cabean si Engkong teh apa?” Untung Mas nya cuman senyum tipis aja, karena klo tebel namanya skripsi *loh*. Malu cyinnn, tapi rada berkurang dikitlah malunya pas ngeluarin kamera pake strap baru *strapnya doang, nyicil namanya juga :p*.

tahura-13

Selain si cabe-cabean, kami juga mesen kopi robusta pake susu. Total kerugian kantong cuma 30rebu aja. Penghematan shay, kopi juga mesen secangkir berdua, mana abis ini masih kudu makan siang merangkap pagi, merangkap makan malem kemarennya lagi yang cuma seemprit karena Vio ga mau bagi ayam KFCnya. Jiahhh, menderita mamak ini, besok kurus! Mohon share dan amin wakakaka…. Yang share ikutan kurus dah!

Saya, yang kemaren makan sedikit plus belum sarapan, tumben-tumbennya doyan kopi pake susu kental manis. Mungkin tergantung yang nemenin ya cieeee…. uhuk-uhuk *keselek biji kedondong*. Saya, yang biasanya doyannya Bre*dtalk *alah gaya*, tumben-tumbennya ngabisin dua potong singkong goreng melepuh yang suer enaknya minta ampun. Pas Najip mau makan potongan terakhir jatahnya, saya pura-pura liat pohon pinus sambil megangin, lalu nyelupin ke sambel, dan happppp akhirnya saya abis dua setengah potong dong. Ilmu gini belajarnya dari Vio hahahah…

tahura-4

 

Ternyata selain Armor, udah ada 2 warung kopi baru yang relatif baru dan masih sepi. Oh ya, catatan, kemaren hari Selasa, 18 Oktober 2016 adalah hari kerja dan Kopi Armor pinuh sodara-sodara. Kami berdua bisik-bisik aja, hari kerja kok bisa penuh gini sih, emang orang pada ga kerja? *Lah, situ berdua juga kagak kerja? :p*. Balik lagi ke tempat ngopi baru lain, namanya De’ Velaz dan Waroeng Pinus. Sepanjang pengamatan saya sih cuma Armor yang penuh, tapiiii jangan salah, dua tempat ngopi lain  nggak kalah instagenic. Jangan percaya kalo belum pernah nyoba ke sini :D.

Di deket Waroeng Pinus juga ada hammock yang tingginya beberapa umpak buat pecinta foto-foto. Saya nggak nanya bayar berapa sih, cuman moto aja setitik di atas. Cakep ya di fotonya, kayaknya tadi yang lagi foto-foto ibu-ibu arisan deh, soalnya yang diobrolan ngebungkus, botram, jengkol, nasi liwet wkwkwk… Sempet terlintas di benak saya, yang berani manjat hamock paling ataslah yang dapet arisan bulan ini hahaha….

Ya ampun ngeblog segini aja pegellllll, udahanlah ya, nikmati aja foto-fotonya. Asli cakep, kudu dikunjungi kalo lagi di Bandung. Sekali lagi, jangan percaya kalo belum pernah nyoba ke sana, soalnya foto keren ini dihasilkan oleh fotografer yang lebih keren *dilempar toa mesjid* wkwkwk….

tahura-1

De’Velaz tepat di samping Kopi Armor

tahura-14

Bekas ngopi aja cakep di sini mah, yang ngopi jelas ga sendirilah brayyy :p

 
2 Comments

Posted by on October 18, 2016 in Icip icip

 

Tags: , , , , ,

Playdate dan Meja Cakep

Playdate dan Meja Cakep

Alhamdulillah insyafffff, blog diisi lagi hahahaha… Meski setahun sekali nulis blog, bolehlah ya diaku sebagai blogger (udah kayak tahun baruan aja setahun sekali, situ kembang api, Neng?).

Nggak kerasa setahun sudah saya nyemplung sebagai instruktur (cieeee…) foodphotography. Setahun ini sudah sekitar 15 workshop saya lakoni. Terus terang terang terus, Hayati bosan, Bang! Meskipun nerima honornya sih ga pernah bosan tentunyah! Cuma yaaaa gitu deh, workshop doang mah terlalu biasa. Saya sempet memutuskan berhenti sejenak ketika sempet hamil awal tahun ini saking bosen dan capeknya.

Lalu otak cemerlang saya (ga boleh ada yang protes ya :p) berputar layaknya komidi putar, semalem suntuk ga tidur. Mikir berat gitu? Enggak sih, cuman gara-gara minum Americano coffee di kafe jadi melek lebar, menyesali jebolnya kantong dan mengapa ga nunggu di rumah aja trus nyeduh Torabika wakakaka… Setelah semalem suntuk melek, akhirnya saya kepikiran bikin semacam acara workshop yang sedikit lebih fun bagi saya dan menguntungkan bagi peserta. Tercetuslah acara yang namanya DAPUR HANGUS PLAYDATE.

Sebagai pilot project-nya, Minggu (4/9) kemaren saya menyambangi rumah Evelyne aka Pelin, the girl behind Mabelle By Eve, di kawasan Kopo, Bandung. Mo ngeliatin Pelin ngedekor cake ceritanya, sambil foto-foto sedikit, dan intinya sih MAKAN. Yah, jaman sekarang grup whatsapp mana sih yang belum pernah botram? Sebagai emak-emak yang terbatas grup whatsapp sekaligus grup botram, momen langka ini kudu ditulis di blog.

Bersama saya yang cuman modal kamera, 2 kontainer props dan 4 set alas foto (niat banget, Kak!), dateng pula Ci Anni Yuliani, owner Smoothcakes Artpudding, yang bawa segambreng kukis. Tugas saya cuma satu, icip-icip, trus klo udah bosen icip-icip boleh dah dibawa pulang tuh makanan, difoto setitik lah. Setitik itu mulai jam 12 beres jam 4, epic banget!

Begitu dateng, saya langsung jatuh cinta sama meja ruang tamunya Pelin, cakep bangetttt buat alas foto. Saya merencanakan ntar kalo ke sana mau bawa truk aja biar tuh meja masuk dan bisa dibawa pulang. Sebagai imbas meja yang cakep, alas foto saya cuman kepake 2 aja. Selain meja, di ruang tamu Pelin banyak banget propsnya. Pokoknya semua bisa dicomot deh. Ntar mah mau moto lagi pake kayu partisi yang ga kalah cakep. Saya mah sepakat aja ama Ci Anni, ruang tamu Pelin kayak kafe.

Sementara saya foto-foto, Pelin dan Ci Anni ngeliatin langsung cara saya moto. Ternyata cuman gitu doang hahaha… Gampanglah, tinggal pasang alas foto, atur-atur props sedikit, trus jepret. Beresssss… Karena seru dan fun, banyak ketawa, saya juga enjoy berat motretnya. Ga kerasa udah jam 4 aja, ada alarm hidup (baca: Vio) udah rewel. Dari mulai terang, mendung, ujan deres, sampai terang benderang lagi asyik aja kami moto, makan, dan nggosip (eh).

Ketagihan deh bikin acara beginian, semoga next bisa sebulan sekali bikin acara begini. Bayar ga? Bayar donggggg….. (ditimpuk Fujifilm). Oh ya, agenda terdekat Dapur Hangus Playdate tanggal 24 September ini, tapi masih rahasia katanya. Yang pasti ga bakal rugi deh, dapet ilmu foto, liat langsung barang dagangan temen-temen difoto, plus dapet foto cakep yang bisa dibawa pulang dan dipejeng di sosmed. Plus, dipasang di instagram paling kece @dapurhangus (siapin keranjang muntahan! Wkwkwk).

Daripada berpanjang-panjang, inilah hasil kami foto-foto seharian. Terima kasih Ci Anni dan Pelin, semoga ga kapok yaaaa…. kapan-kapan kita ulang lagi yes! Sampe ketemu lagi meja cakeppppp….

drip cakepie buahcookies all variancupcakejellycream ijo lagilidah kucingVioleta in frame

 
8 Comments

Posted by on September 5, 2016 in Cerita dari Dapur Hangus

 

Tags: , , , ,

Ini Lumpiaku, Mana Lumpiamu

Setelah episode ga bisa nyium bau bawang, akhirnya saya mulai ngedapur lagi. Yang paling bahagia tentu saja Violeta. Dia paling heboh bantuin di dapur. Bikin yang gampang-gampang dululah, yang ga perlu ngeluarin tenaga samson, tinggal tuang-tuang bumbu bubuk, jadi deh. Mari cekidot resep lumpia bikinan saya dan Vio…

LUMPIA NANAS
Bahan
1/2 buah nanas
1 sdt gula putih
1/4 sdt garam
1 sdt bubuk kayu manis Koepoe Koepoe
1/2 sdt bubuk cengkeh Koepoe Koepoe
Gula merah secukupnya
8 lembar kulit lumpia *saya pake yang tipis bundar, biasa dipakai untuk pisang aroma)

 

koepoe pinneaple

CARA MEMBUAT
– Potong nanas kecil memanjang, bumbui gula, garam, bubuk kayu manis dan bubuk cengkeh Koepoe Koepoe. DIamkan beberapa saat sampai meresap
– Siapkan kulit lumpia, ambil satu atau dua potong nanas, taburi gula merah.
– Goreng dengan minyak panas sampai kecoklatan.
– Lumpia siap disajikan.

LUMPIA TRIPLE CHEESE

triple chese lumpia

Bikin lumpia keju mah udah biasa, tapi kali ini pake lumpia dengan tiga keju berbeda. Rasanya udah pasti gurih luar biasa. Saya pake keju mozarella, keju cheddar, dan keju caciotta Italia. Cara bikinnya gampang, kalo ga gampang pastinya saya ga bikin.

BAHAN
10 lembar kulit lumpia siap pakai
10 potong keju caciotta, saya potong panjang sekitar 7 cm
10 potong keju mozarella, saya potong sama dengan keju caciotta
10 potong keju cheddat, potong 7 cm juga.
1 buah telur
5 sdm tepung panko atau tepung roti
1 sdm tepung terigu
1/2 sdt lada putih bubuk Koepoe Koepoe
Gula dan garam secukupnya, saya ga pake karena lupaaaaa… garem sih kayaknya ga perlu banyak-banyak, udah gurih banget
Minyak untuk menggoreng

CARA MEMBUAT
– SIapkan kulit lumpia, isi dengan 3 macam keju yang sudah dipotong.
– Kocok telur, bumbuin dengan gula, garam, dan lada putih bubuk @koepoekoepoeid
– gulirkan lumpia yang sudah diisi dengan 3 macam keju kedalam tepung tergiu, telur, dan tepung roti. Ulangi bila dirasa lapisan tepung roti kurang tebal. Punya saya ketebelan sih, jadi bentuknya malah mirip nugget.
– Goreng api sedang dengan minyak panas.
– Tanpa dibalur tepung roti pun tak apa, rasanya sudah enak banget, bila tanpa baluran tepung roti, bumbuin keju dengan italian herbs dan lada putih+gula.

LUMPIA KARI AYAM UDANG
Bahan
100 gr ayam cincang (saya pake 250 gram, sisanya simpan di freezer)
5 udang peci ukuran besar
1 sendok makan minyak goreng untuk menumis ayam cincang
minyak untuk menggoreng secukupnya
1,5 sdt bumbu kari Koepoe Koepoe
1,5 sdt garlic powder Koepoe Koepoe
Lada putih Koepoe Koepoe secukupnya.
Gula dan garam secukupnya
10 lembar kulit lumpia ukuran kecil

koepoe ayam kari

CARA MEMBUAT
– Bersihkan udang, bumbui dengan setengah sdt bumbu kari dan setengah sdt bubuk bawang putih (garlic powder) Koepoe Koepoe. Diamkan 10-15 menit di kulkas.
– Panaskan 1 sdm minyak, masukkan daging cincang, dan bumbui dengan 1 sdt bubuk kari, 1 sdt bubuk bawang putih, gula dan garam secukupnya. Terakhir masukkan seujung sendok lada putih bubuk Koepoe Koepoe . Aduk rata dan jangan biarkan menggumpal, aduk sampai matang.
– Siapkan 2 lembar kulit lumpia,
– Isi kulit lumpia pertama dengan 1 sendok isian ayam cincang yang sudah ditumis matang, gulung. dengan 1 ujung terbuka. Gulung kulit lumpia ke dua dan beri 1 ekor udang di ujung atas yang terbuka. Rekatkan dengan putih telur (bila perlu). Saya ga pake putih telur tapi bagian ujung digoreng duluan, setelah kering, baru dibalik. Pengiritan putih telur.
– Goreng sampai kecoklatan dalam api sedang.
– Sajikan dengan saos pedas manis.

LUMPIA MINI ISI NUGGET SAYUR

kopoe nugget

Bahan
10 lembar kulit lumpia (saya pake yang ukuran 12 cm)
10 nugget stik yang sudah digoreng
10 buah buncis mini, potong sesuai panjang nugget stik
1 buah wortel ukuran kecil, iris tipis memanjang sepanjang nugget stik
1/2 sdt bubuk bawang putih Koepoe Koepoe
Bubuk pala Koepoe Kopoe secukupnya
Bubuk lada putih Koepoe Koepoe secukupnya
Garam secukupnya
1 sdt minyak goreng untuk menumis sayuran
Putih telur secukupnya untuk merekatkan kulit lumpia

CARA MEMBUAT sederhana sekali
1. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, masukkan potongan buncis dan wortel. Tunggu beberapa saat sampai agak layu
2. Bumbui dengan bubuk bawang putih, lada putih, dan pala Koepoe Koepoe. Tambahkan sedikit garam.
3. Matikan api, angkat wortel dan buncis tumis.
4. Setelah dingin, gulung nugget yang sudah digoreng, satu potong buncis, dan satu potong wortel dengan kulit lumpia mini, lekatkan dengan putih telur.
5. Siapkan wajan teflon, saya pakai wajan double yang ada garis-garisnya. Panaskan setiap sisi lumpia yang sudah digulung sampai kulit mengeras. Meskipun tidak digoreng, kulit lumpia tetep kriuk.

Lumpia panggang ini bisa jadi alternatif goreng-gorengan, lumayan jadi hemat minyak. Vio seneng banget bantuin main masak-masakan hari ini. Anak ceria, ibu bahagia ^_^.

Jangan lupa follow @koepoekoepoeid di Instagram atau like fanpage Facebooknya. Besok terakhir loh, jangan ketinggalan manteman 🙂

 
4 Comments

Posted by on February 19, 2016 in Kisah di Balik Rasa

 
 
%d bloggers like this: