RSS

Tag Archives: resep

Chicken Stick Lada Garam, Menu Kekinian!

Chicken Stick Lada Garam, Menu Kekinian!

so good lada garamDaerah paling jarang saya kunjungi kalau ke supermarket adalah area makanan beku. Ehhhh, nggak sengaja, pas ngejar hari diskon sayuran di salah satu toko retail, mata saya tertumbuk pada tulisan “CHICKEN STICK PREMIUM” di dalem freezer SO GOOD.  Langsung kepo maksimal sama tanda bintangnya, buka freezer dan mata saya tertambat, hati saya terpikat pada serangkain kata, “Lebih banyak daging ayam.” Fix, saya ambil ini, nggak peduli biarpun ‘cuma’ Premium, bukan Pertalite, apalagi Pertamax Turbo #eh.  Kebayang kalo banyak daging ayamnya, pasti rasanya maknyussss. Cucok myeong gaes, ini yang saya cari. Langsung masuk keranjang belanja.

Sambil terus bongkar-bongkar freezer, saya semakin berbunga-bunga karena bentuk nugget sekarang macem-macem. Ada yang bentuk donat, alfabet, dinosaurus, sampe-sampe bentuk buah-buahan dan pesawat jet! Wahhhh, Vio meracau deh liat bentuk nugget lucu-lucu, semua pengen dibeli. Tenang, Nak, kalo perlu se-freezer kita bawa pulang semua, asal becak kita muat hihihi…

Selain produk nugget, SO GOOD juga punya  siomay instan dan bakso yang dari fotonya aja keliatan enak dan menggugah selera. Kayaknya enak dimasak pas Bandung lagi musim pancaroba gini. Akhirnya saya masukin juga  bakso yam instan dan sosis ayam premium ke troli. Asyekkkk!

***

Kalau biasanya nugget dan kawan-kawan akrab sama anak-anak, kali ini saya bikin resep yang khusus buat ibu-ibu, khususnya penyuka pedas *tunjuk tangan*. Mengikuti tren kekinian di kafe dan resto di Bandung, saya bikin chicken stick lada garam. Berbekal nyicipin tahu lada garam di beberapa kafe, saya pede aja ngira-ngira resepnya.

lada garam 1

CHICKEN STICK LADA GARAM

Bahan
10 chicken stick SO GOOD
5 siung bawang putih ukuran besar, cincang kasar
20  cabe, mix cabe hijau dan merah, potong-potong
1/2 sdt garam
Sejumput merica
1/2 sdt gula
2 batang daung bawang. iris tipis
Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

Cara membuat
1. Potong chicken stick menjadi 4 bagian, lalu goreng dalam api yang banyak dan panas hingga matang. Sisihkan.
2. Panaskan minyak, masukkan bawang putih dan goreng hingga mulai kecoklatan.
3. Setelah bawang mulai berwarna coklat, masukkan potongan cabe dan tunggu hingga agak layu.
4. Terakhir, masukka daun bawang lalu bumbui garam, merica, dan gula, aduk rata. Angkat dan tiriskan.
5. Tata chicken stick di piring, bubuhi bumbu lada garam. Siap dinikmati deh!

lada garam 2

Chicken stick lada garam ini bisa dimakan sebagai cemilan atau temen makan nasi, disanguan kalo kata orang Sunda mah hehehe…  Karena bikinnya lebih gampang daripada menerima kabar pertunangan Babang Hamish, sudah pasti bumbu lada garam ini  masuk top list di Dapur Hangus. Next mau nyobain juga pake nugget atau bakso ikan.

Liat emaknya makan dengan lahap, Vio iri loh! Besok kita masak nasi goreng aja buat kamu ya  bocahhhh…

 

 

 
Leave a comment

Posted by on July 22, 2017 in Kisah di Balik Rasa

 

Tags: , , , , ,

Masakan Pertama setelah Mudik

Masakan Pertama setelah Mudik

Setelah mudik kurang lebih tiga minggu, saya terlena. Sama sekali nggak pengen masak apalagi deket-deket ke dapur. Hari pertama dateng, tepar sampe siang. Malemnya malah pergi ke bioskop. Weisss lupa deh masalah masak, apalagi ngeblog. Baru deh besok paginya saya mulai berkegiatan di dapur. Masaknya pun makanan cemen, cuma bihun goreng. Duh, posting ini sambil berdoa sepenuh hati biar nggak diketawain ayam, masak bihun aja diposting di blog wekekeke…

resep bihun goreng

Yak, itulah fotonya. Selain udah lama nggak masak, saya juga udah lama nggak motret. Yah, bisa dipastikeun fotonya seadanya. Rasa bihunnya? Kurang asin bo! Masaknya juga sambil nggak mood. Oya, saya pake bihun merk “PADAMU”, ngikik sendiri baca merknya. Selama ini beli di tukang sayur atau di warung harganya serbu lima ratus. Ehhh…ternyata di Borma cuma seribu aja dong. Bisa ditebak dong, borongggg!!!! Hahaha..

Ga perlu reseplah ya, semua juga bisa, cuma bawang merah bawang putih, gula, garam, merica. Kalau lagi rajin dan lagi ada, pakai bawang putih goreng dan udang rebon sangrai biar makin sedep. Pokoknya dengan postingan ini, saya kembali ke dunia dapur hangus. Selamat datang perut gendut! :p

bihun jamur buncis

 
12 Comments

Posted by on September 17, 2012 in Resep

 

Tags: , , ,

Me vs Bamboe, Siapa yang Menang?

Me vs Bamboe, Siapa yang Menang?

Salah satu masakan favorit saya dan suami adalah sambal goreng ati. Untuk versi “preman”, ada pete-nya, tapi saya tak akan menyentuhnya sekalipun. Pete khusus buat suami saja. Saya cukup puas abisin ati atau kentangnya saja. Karena gagap dapur, andalan saya buat bikin sambal goreng ati ini adalah bumbu merk Bamboe. Bumbu-nya pas, tinggal tambah gula, garam, dan santan kental saja, tak perlu sibuk mengulek bumbu. Asyik kan?

Bumbu sambal goreng ati merk Bamboe ini recomended banget, saya dan suami cocok rasanya. warna bumbunya juga cantik, merahnya pas, baunya pun wangi. Sepertinya saya tak mungkin berpindah ke lain hati. Plus harganya reasonable alias murce merice (bahasa Indonesianya murah). Kalau beli di Borma, 3800 saja dapet sebungkus, kalau di supermarket lain bisa 4500 sampai 5200, di pasar tradisional 5 ribu juga. Yes, sebut saya tukang survei harga hahaha….

Suatu hari, saya iseng pengen bikin sendiri bumbu untuk sambal goreng ati. Biasalah, keinginan yang terlalu muluk dari seorang chef abal-abal. Pagi-pagi beli sepuluh pasang ati ampela di pasar plus minta dibersihin sekalian. Dulu pertama mengolah ati ampela, saya nyaris nangis bersihin ampelanya. Bener2 ga tau lho kalau di dalem ampela itu ada semacam membran sehingga isi ampela bisa dibuang bersamaan, dan ampela langsung bersih. Saya malah belah ampela, dan membrannya ikut sobek lalu kotoran di dalamnya terburai. Heuuuuu…meneketehe, selama TK sampai kuliah kan saya ga diajarin ya cara bersiin ati ampela, padahal itu penting loh! *penting buat yang gak tau kayak saya*.

Tips abal-abal bersihin ampela adalah belah pelan-pelan ampela. Biasanya di bagian yang berseberangan dengan punuk itu paling tipis, gores di situ. Kalau sudah menemukan membran yang kuning, sobek ampelanya jangan membrannya yang disobek yaaaa…. Bikin sobekan sampai membran dan isinya bisa diambil dan dibuang. Yakin deh yang begini cuma 5 dari 10 orang yang tahu. Hayoooo ngakuuuu *tunjuk idung satu-satu*!

Balik lagi ke sambal goreng ati, bikinnya gampang, cuma agak lama dan butuh proses saja. Tapi kalau sudah jadi, pasti deh puas. Ga tau sih ini bener atau nggak resepnya, penampakannya sih kurang cantik soalnya, ga semerah bamboe punya (kalah 0-1 saya). MAsalah rasa sih udah agak mirip, walau ga seenak Bamboe juga (kalah 0-2). Udah ketauan lah kalau gini pasti Bamboe yang menang hiks hiks *nangis di pelukan Atalarik*.

Bahan:
10 pasang ati ampela, goreng sampai matang, jangan terlalu matang nanti bumbu ga meresap, potong-potong. Boleh juga sih dipotong-potong baru digoreng, tapi saya sih agak jijay masih empuk-empuk gimanaaa gitu. Yes, untuk ini saya cocok banget dibilang masih pemula di dapur kan?
3 buah kentang ukuran sedang, kupas potong dadu, goreng sampai matang kecoklatan. Kemarin, pas bikin ini si kentang goreng ke gep sama Vio, dia meronta minta kentang goreng dan 3/4-nya dengan aman masuk ke perutnya. Heran, padahal abis makan siang loh! Hoooo… sementara stok kentang di rumah ga ada lagi, jadi ya udah pasrah aja dengan sisa seperempat kentang itu hiks
1 papan petai. Busyet ya, pete ini sepapan jelek aja lima ribu dong, mahal bangetttt! Biasanya juga 5 ribu tiga papan. Tapi demi suami tercintah, baiklah sama saya dibeliin juga. Cieeee… prok prok prok.
Satu gelas santan kental dari perasan pertama (dari 3/4 kelapa cukup sih kayaknya ya???? *resep macam ana ini malah nanya ke pembaca? wekekekek* plak!
1 ruas serai, ambil bagian putihnya, geprek
1 lembar daun salam
1 cm lengkuas, geprek
3 lembar dauh jeruk, buang tulangnya, sobek-sobek

Bumbu halus
4 buah cabe merah besar, buang biji
6 biji cabe keriting
2 buah cabe rawit, bisa diadjust sesuai tingkat keinginan pedasnya. Saya ga pake karena Vio juga mau makan sambal goreng ati ini.
2 buah kemiri yang sudah disangrai
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sdt ebi sangrai
1 cm jahe
1,5 sdm garam (saya suka asin
1,5 sdm gula pasir
Pala bubuk sedikit saja biar wangi

Haluskan bumbu halus pakai blender saja untuk menghormati penemu blender, Stephen Poplawski wekwewwww *untuk menghindari alasan malas* 😀

Langkah mengeksekusi
1. Tumis bumbu halus beserta lengkuas, daun jeruk, serai, dan daun salam. Tunggu sampai harum. masukkan ati goreng yang sudah dipotong-potong, biarkan sampai bumbu agak meresap. Jangan lupa kecilkan api biar ga gosong. Jika terlalu kering, tambahkan air matang secukupnya atau santan juga boleh.
2. Bila kira-kira sudah tercampur, masukkan kentang, aduk rata lagi.
3. Masukkan santan dan tunggu sampai santan agak berkurang. Kalau saya, sampai sini ambil daun salamnya karena baunya jadi mendominasi ati.
4. Terakhir, masukkan petai dan tunggu petai agak layu dan santan mulai berkurang, matikan api. Saya suka yang kering dan tak berair, jadi agak lama lagi sih masaknya.

Kalau ada sambal goreng ati ini, saya bisa bolak balik ke dapur cuma buat nyolek sepotong dua potong ati lalu mengambil nasi di magic com dan makan. Begitu berulang terus sampai kira-kira tertinggal seporsi yang didominasi pete saja bagian suami saya. Yuuukkk, istri yang rakus! Abis ini enak banget sih, dibanding ati ampela biasa, rasanya bisa melejit 1000x lebih enak *lebay to the max*. Sementara abaikan berat badan dan jauhi timbangan wekekeke…

Meskipun enak, dengan sedih harus saya akui, Bamboe tetaplah pemenangnya :(. Bamboe, tunggu balasan dari saya! 😛

 
7 Comments

Posted by on August 12, 2012 in Cerita dari Dapur Hangus, Resep

 

Tags: , , ,

Sate Udang Bumbu Rujak

Sate Udang Bumbu Rujak

Awalnya ga yakin bakal enak nih udang, udah terlanjur jatuh hati setengah mati sama udang telor asin, jadi udang-udang lain dikesampingkan. Ternyata ini enak banget… Kata suami sih bumbunya kurang meresap ke daging padahal nyaris 2 malem diinepin di kulkas. Tapi, kalau kata saya ini nilainya 9 dari 10 *cieeee prok-prok-prok*.

Resepnya saya ambil dari sajiansedap, cuma saya bikin versi sedikit. Resep di bawah ini langsung di-copy paste dari sajiansedap.com. Recomended recipes pokokna mah! Yuk dicekidot saja resepnya.

400 gram udang, kerat punggungnya
1/2 sendok teh air jeruk lemon
1 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk buang tulangnya, sobek-sobek
3/4 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula merah sisir
75 ml santan kental instan
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
4 buah cabai merah keriting
1 buah cabai merah besar
1 cm kunyit bakar (saya ga pakai dibakar, langsung plung aja)
1 butir kemiri sangrai
1 cm jahe

Cara Pengolahan :

  1. Lumuri udang dengan air jeruk lemon. Diamkan 15 menit.
  2. Tumis bumbu halus, daun salam, dan daun jeruk sampai harum.
  3. Masukkan santan, garam, dan gula merah. Masak sampai matang.
  4. Lumuri udang dengan tumisan bumbu. Diamkan 30 menit.
  5. Tusuk-tusuk di tusuk sate. Bakar sambil diolesi sisa bumbu sampai harum dan berubah warna jadi kemerahan.

Pokoknya rasanya maknyus, apalagi kalau udangnya gede. Pedesnya samar tapi bumbunya mantap banget. Saya pakai udang peci karena dagingnya lebih manis dan empuk. Mau? Silahkan dicoba, gampang banget, enak, hemat minyak adalah kata kunci yang membuat udang bumbu rujak ini sempurna. Horeeee…

NB: Ini masih dalam rangkaian challenge IDFB hihihi… *posting maruk plus borongan*

 
1 Comment

Posted by on June 24, 2012 in Cerita dari Dapur Hangus

 

Tags: , , , ,

 
%d bloggers like this: