RSS

Tag Archives: muffin

No Mixer No Cry

resep muffin grintiLagi-lagi green tea, bubuk ijo satu ini alhamdulillah kok nggak abis-abis ya di kulkas saya? Yuuk ah mari kita bikin muffin aja yang mudah dan nggak membuat cucian wadah menumpuk, cukup 2 bowl saja hehehe…

Saya suka muffin karena ini kue pertama yang bisa saya bikin sepanjang sejarah hidup saya. Beuraaattt ahahaha… Berbekal panci serbaguna hasil menjarah gudang ibu saya, jadilah muffin pertama saya. Waktu itu saya malah nggak pake ukuran, kira-kira aja. Dulu nggak pernah bantat tuh, entah mengapa setelah pake ukuran malah sering bantat. Dan satu lagi, bikin muffin itu ga perlu mixer. Jadi, no mixer no cry-lah ceritanya heheh..

Muffin green tea yang difoto ini adalah muffin grinti ke-2 yang saya bikin dalam seminggu terakhir. Yang pertama mana? Kena sensor badan sensor Dapur Hangus karena sama sekali ga ngembang. Kalau tetep di posting, saya takut mbah Gugle mereport as spam saya ihihihi…

Masalahnya ketauan sih, saya punya putih telur sisa bikin kastengel, saya pakelah putih telur ini buat bikin muffin esok paginya. Ancamannya jelas di depan mata, muffin saya bantat!

Walau bantat, saya yakin muffin ini tidak beracun, karena Vio udah habis 4 cup aja dan dia masih sehat sentosa. ALhamdulillah :D. Mari kita ceki-ceki resepnya.

Adonan kering (aduk rata)
120 gram terigu protein sedang
30 gram gula
½ sdt baking powder
20 gram chocochip putih
1 sdt bubuk greentea

Adonan basah (aduk rata)
2 sdm mentega, cairkan. Tunggu mentega agak dingin.
1 butir telur, kocok lepas ke dalam mentega cair yang sudah agak dingin.
80-100 ml susu UHT (saya pake 80 ml karena sebenernya pengen sisanya saya pake bikin yang lain. Eh, ternyata di kulkas malah ditumpahin sama Vio. Pelajaran yang bisa diambil adalah: jangan pelit! Weewww :p)

Cara membuat:
Masukkan adonan basah ke adonan kering. Aduk seperlunya saja, kalau ada tepung yang sedikit bergerinjil biarkan saja. Terlalu banyak mengaduk akan menyebabkan muffin bantat. Jika diperlukan, lakukan aduk balik. Ini gimana ya ngejelasinnya, pokoknya gimana caranya adonan yang di bawah bisa pindah ke atas tanpa diaduk memutar. Kalau muter pan bisa pusing ya :p. Lebih gampang dilakukan dengan spatula besar. Semoga ngerti dah, dulu saya pusing juga dengan istilah aduk balik ini, sekarang pun sama sih masih pusing juga hihihi…

Masukkan adonan ke paper cup, saya isi hampir penuh biar muffinnya menjulang tinggi. Nggak takut adonan tumpah ketika mengembang? Takut juga sih, makanya saya suka kepo intip-intip oven. Sebenernya resep ini resep muffin yang berat karena cairannya sedikit (80ml). Semakin banyak cairan, muffin akan semakin light tapi kadang susah ngembang. Saya nggak tau istilah bakingnya gimana, pokoknya itu berdasarkan pengalaman aja. Kalau kira-kira adonan mau tumpah, saya segera menyalakan api atas jadi adonan tertarik oleh panas api atas.

Panggang muffin sekitar 20-30 menit tergantung besar cup-nya. Kalau saya pake cup seperti di foto, butuh waktu 25 menit sampai muffin mateng. Sekitar 15 menit sebelum selesai, nyalakan api atas ya. Kalau nggak ada api atas gimana? Ya nggak apa-apa sih sebenernya, muffin tetep bisa mateng hanya atasnya nggak akan berkerak. Oya, panggangnya suhu 200 derajat dan turunkan suhu jadi 170 setelah api atas nyala yaaa…

mufin teh hijau

Resep muffin yang sudah pernah saya posting ada di sini dan sini. Kata adek-adek saya, muffin ketan item saya bikin orang muntah karena warnanya yang terlalu hitam, tapi muffin selanjutnya lebih baik karena saya belajar dari muffin-muffin gagal tapi enak sebelumnya.

Seperti judul postingan ini, muffin itu kue yang no mixer no cry. Tapi, kalau saya dihadapkan pada mixer idaman (baca: Bosch) saya juga tetep bakal nangis kok. Menangis dimulai huaaa……

 
6 Comments

Posted by on October 27, 2012 in Resep

 

Tags: , , , ,

I’m a Muffin Girl

I’m a Muffin Girl

Girl? Maunya sih dibilang girl, kenyataannya I’m a muffin woman *eh. Sederhana saja, muffin itu gampangggg banget dibikin, itu yang bikin saya suka. Apalagi sampai sekarang doa saya agar si Kitchen Aid saya cepet pulang dari toko belum dikabulkan. Jadi, sementara menunggu si Kitchen Aid sembuh dari amnesia, saya bikin muffin aja.

Kalau lagi rajin, saya bisa dua hari sekali bikin muffin. Ini kue tercepat yang bisa diselesaikan baik dengan ‘bantuan’ Vio atau ketika Vio tidur. Bila memilih dengan bantuan Vio pun, dapur masih cukup layak disebut dapur karena tidak terlalu berantakan (walaupun aslinya juga berantakan sih hhihihi…). Kalau membuat ketika Vio tidur, jadi semacam surprise gitu deh! Walaupun sebenernya ini kata lain dari errrr… bisanya bikin muffin lagi dan lagi dan lagi, bikin yang lain belum bisa :p.

Hukum membuat muffin itu mencampur adonan kering dengan adonan basah saja. Telur, susu, margarin/mentega cair diaduk rata lalu dicampur sekenanya ke adonan terigu+gula+bahan tambahan lain (bisa baking powder, chocochip, kismis, de el el). Jadi kalau ada yang bikin muffin pakai mixer, apalagi mixernya Kitchen Aid, sayalah orang yang paling tersinggung *hahaha…pejuang HAM, hak asasi muffin*.

Resepnya? Hmmm… sebenernya saya superkira-kira sih, ya kira-kira enak ajalah *sombong*.

Adonan kering
100 gr tepung terigu
2 sdm gula pasir (saya itu kismis dan chocochip abuser, jadi gulanya pura-pura dikit aja hihihi…)
1 sdm gula palm biar wangi
sejumput garam
sedikit baking powder (saya suka muffin yang naik hihihi…)
Aduk merata

Adonan basah
125 ml susu UHT plain (baru tau ada lofat Ultra kemasan 125 ml lho!)
1 butir telur
2 sdm margarin/mentega dicairkan
Aduk rata


Tuang bahan basah ke campuran adonan kering. Aduk dua atau tiga kali putaran saja, lebih bagus diaduk balik agar udara yang terperangkap di dalam nggak lari terbirit-birit sehingga muffin mengembang bagus. Pokoknya aduknya jangan terlalu semangat deh, secukupnya aja. Kadang kita gatel kan pengen aduk tepung yang masih keliatan putih, boleh aja sih diaduk, tapi terima kondisi muffin Anda nggak secantik muffin saya *ditimpuk timbangan hihihi…*.

Setelah tercampur, masukkan ke cup lalu panggang. Waktu belum punya oven, saya manggang dengan teflon tutup kaca hasil jarahan dari gudang ibu saya, hasilnya sama-sama enak kok. Siapa dulu yang bikin hahaha… saya kan chef dari Ciwaruga (di mana sih itu????). Kalau pake oven, saya panasin dulu 10 menit lalu dipanggang 30 menit dengan suhu 200 derajat.

15 menit sebelum selesai, api atas saya nyalain biar muffin membumbung dan cracking gitu. Saat itu suhunya saya turunkan jadi 170 aja biar bawahnya nggak gosong. Oya, lamanya pemanggangan disesuaikan dengan ukuran cup ya, semakin kecil cup-nya, kurangi waktu pemanggangan. Hasilnya cantik lhooo… Yukkkk dicoba bikin yukkk 😀

Tips: gunakan sedikit saja baking powder dan mainkan api dan suhu oven agar muffin mengembang sempurna. Saya biasa mengisi cup nyaris penuh agar ada adonan yang akan menjulang di atas cup. Ga takut adonan tumpah ketika dipanggang? Rahasianya ya api atas itu tadi, ketika sudah ada gejala adonan akan meluber, segera nyalakan api atas. Makanya saya selalu ngecengin oven kalau bikin muffin hihi… Ga santei? Oh santei sekali. Muffin ini cocok dipakai bekal sekolah dan bisa dipanggang sambil memasak. Jadi kalau mau curi-curi pandang ke oven sambil goreng ikan gitu masih bisalah. Yang penting kalau gagal ya coba lagi dan jangan lupa, kirim muffin anget buat Chef Ciwaruga ini hihihi…

 
24 Comments

Posted by on July 6, 2012 in Cerita dari Dapur Hangus, Resep

 

Tags: , ,

Bila Ketan Hitam Bertemu Pisang

Bila Ketan Hitam Bertemu Pisang

Berawal dari banyak banget pisang dari mertua yang udah mateng buanget sampe nyaris busuk (kalau manusia mungkin manula gitu ya? :p), dibikinlah muffin ini. Kebetulan Vio pengen bikin kue walaupun badannya sumeng. Berhubung muffin ini gampang banget, jadi ya sambil merem, disambi nonton drama Korea, sambil yang lain-lain juga bisa.

Duo Corleone di rumah suka banget chiffon ketan item bikinan Kak Sondang, sayangnya saya tak punya mixer, jadi resep itu akan sangat lama dieksekusi menunggu mixer turun dari langit. Jadilah resep coba-coba binti kira-kira dan tiba-tiba keluarlah muffin ketan item dari oven. Nah, bagaimana kalau si ketan item ini diduetkan dengan pisang? Maut dah pokoknya!

Ketan item yang memang enak, wangi, dan legit berpadu dengan pisang nyaris busuk (euuuwww…kematengan kali ya?) rasanya manis dan enak. Sayangnya Vio dan ayahnya tak terlalu suka, malah lebih suka muffin ketan item aja tanpa pisang.

Resepnya sebagai berikut

Bahan:

4 sdm tepung ketan hitam

3 sdm terigu all purpose

2 sdm gula pasir

½ sdt garam

½ sdt baking soda

1 sdt baking powder

1 sdt vanila ekstrak atau  bubuk kayu manis biar wangi (boleh dihlangkan)

4 sdm minyak goreng

1 butir telur

1 buah pisang ukuran sedang yang sudah sangat matang

5 sdm susu cair atau santan kental

Topping kacang-kacangan secukupnya.

Cara membuat:

  1. Campur pisang, telur kocok, minyak goreng, susu cair sampai rata
  2. Di wadah lain, campur terigu, tepung ketan  hitam, baking powder, baking soda, gula pasir, garam, vanili (jika bentuk tepung) atau bubuk kayu manis. Aduk rata banget ya.
  3. Campur adonan basah ke adonan terigu, aduk sekitar tiga atau empat kali putaran aja. Kalau sekiranya masih ada tepung yang bergerinjil gitu, ya biarin aja. Diaduk berlebih malah bikin muffin bantat.
  4. Masukkan adonan ke cup kertas. Isi hampir penuh biar jadinya muffin mengembang bagus. Panggang di oven suhu sekitar 180 derajat sekitar 30 menit (tergantung ukuran cup ya). Jangan lupa panaskan dulu ovennya. Kalau pake oven listrik atau oven lain yang ada api atasnya, nyalakan api atas 10 menit terakhir, dijamin muffinnya bakal retak alias cracking, jadi cantik banget deh!  Api atas itu juga bikin muffin ada kulit atasnya yang krispi.
  5. Bisa ditambah topping kacang-kacangan, bisa juga pakai kismis. Kalau pakai kismis, kurangi takaran gulanya biar nggk terlalu manis.

manis, legit, mengenyangkan. yang penting gampanggg buanget!

Oya, satu resep ini jadi 4 cup saja ukuran seperti di foto. Dikit ya, tapi mengenyangkan banget. Karena muffin ini cepet banget persiapannya, cocok buat sarapan atau persiapan bekal. Rumus utama segala muffin adalah campur adonan kering ke adonan basah, campur sekenanya aja jangan terlalu merata. Peringatan! Mengaduk terlalu bersemangat membuat muffin Anda bantat :D.

 
2 Comments

Posted by on April 11, 2012 in Giveaway

 

Tags: , ,

 
%d bloggers like this: