RSS

Tag Archives: bawang goreng

Si Bumbu Ajaib

Si Bumbu Ajaib

Walaupun kadang-kadang atau seenggaknya lima hari dalam seminggu saya malas masak, sesekali masakan saya enak juga loh! Bukan karena resepnya yang top markotop atau karena racikan tangan saya yang pas, tapi karena bumbu rahasia yang bener-bener baru saya ketahui efek dahsyatnya dua bulan lalu.

Alkisah waktu saya cerita tentang bawang goreng renyah, saya malah syok karena ibu saya mbekelin bawang goreng (merah dan putih) ketika saya balik dari Bandung. Saya yang tadinya udah kembang kempis membayangkan bakal dipuji ibu tercinta karena bisa bikin bawang goreng renyah, langsung nggak semangat lagi. Walhasil, nasib duo bawang goreng itu ngenes banget. Teronggok tanpa guna di kulkas.

Melihat bawang merah goreng yang nganggur, suami saya kasian, lalu dia dengan sukarela menghabiskannya. Bagaimana dengan nasib bawang putih gorengnya? Tenang, saya perlu semedi dulu untuk mendapatkan wangsit apa sebenernya fungsi bawang putih goreng di dunia persilatan. Berhubung tempat semedi biasa alias Tangkuban Parahu lagi siaga, saya mau pindah semedi ke Gunung Salak aja biar agak jauhan dikiiiit dari Ciwaruga. Siap-siap deh kalau ngomongin semedi, tulisan ini nggak bakal kelar sampe Valentin 2020.

bawang putih goreng penyedap rasa alami

Kembali ke bawang putih goreng, saya waktu itu kok ya nggak kepikiran buat gugling apa fungsinya. Sampai suatu hari saya iseng aja menambahkan beberapa keping bawang putih goreng ke dalam bumbu mie goreng saya. Hasilnya sungguh luar biasa, spektakuler dan di luar dugaan. Mie goreng saya rasanya sangat enak, bahkan lebih enak dibandingkan mie goreng Pak Roso *tapi kalo mir Pak Roso gratis sih ya tetep enak mie Pak Roso ya, catet!*

Sejak kejadian itu, saya selalu menyelipkan beberapa keping bawang putih yang telah digoreng ke dalam masakan saya. Untuk bumbu baso, misalnya, rasanya jauh lebih gurih bila bawang putihnya telah digoreng. Untuk soto *yang tentu saja cuma setahun sekali saja dibikin di dapur saya*, akan lebih enak bila ditaburi bubuk bawang putih goreng. Setiap saya ngulek bumbu halus untuk nasi goreng, tak lupa juga saya ikutkan si bwang putih goreng ini.

Nasib bawang putih goreng di kulkas akhirnya nggak ngenes lagi. Dari yang awalnya cuma teronggok di plastik di pojokan kulkas, sekarang sudah saya pindahkan ke wadah kedap udara. Yayyy bawang putih goreng sudah naik kelas dan berhasil merebut hati saya.

bawang putih goreng

Nah, kalau ada yang nanya bagaimana cara membuatnya, jangan tanya saya. Sampai saat ini, stok bawang putih goreng saya masih disuplai oleh-oleh dari ibu, kira-kira sudah 6 bulan lalu hihihi… Nanti saja kalau sekiranya bawang putih goreng saya habis, trus ada niat untuk bikin sendiri, saya akan share caranya *ditimpuk sendal*.

Akhirnya saya menemukan fungsi bawang putih selain buat ngusir vampire. Ajaib, karena saya yang nggak pinter masak tiba-tiba bisa ngalahin Pak Roso (ngomong-ngomong pada tau Pak Roso kan?) karena bumbu ini. Kalau kata kembaran saya, ini se-su-a-tu :p.

Advertisements
 

Tags: , ,

Bawang Goreng tak Renyah, Siapa Takut?

Bawang Goreng tak Renyah, Siapa Takut?

Sejarah menciptakan bawang goreng renyah di dapur hangus harus diabadikan pakai monumen khusus sepertinya. Ya nggak perlu seperti Monas, cukup mirip-mirip tugu di Tegalega itu hehehe… Mengapa? Perjalanannya cukup panjang saudara-saudara! Berikut secuplik kisahnya.

2 Januari 2011
Mencoba membuat bawang goreng pertama. Bawang yang warna ungu dikupas, dicuci, lalu diiris tipis. Setelah semua diiris langsung masuk penggorengan dengan minyak panas.
Status: ilmu masak cetek, cuma mengandalkan melihat emak bikin bawang goreng. Cuma bisa makan aja tentunya
Hasil: Combo ga sukses, selain ga renyah dan gurih juga gosyong *biasa*

6 Juli 2011
Percobaan ke-2, kali ini dengan bawang jenis lain. Kata Mang Sayur, bawangnya dari Thailand atau Filipina apa Vietnam gitulah pokoknya, udah lupa *gejala pikun, duh!*. Caranya masih sama dengan yang pertama karena percaya kesalahan bukan pada penggorengan tapi karena jenis bawang *langsung diserbu siluman bawang merah hahaha*
Status: gagal maning
Hasil: alhamdulillah ga gosong *tumben*, sayangnya baru sehari dia udah loyo .

25 Oktober 2011
Pantang menyerah melakukan percobaan. Kali ini bawangnya pakai bawang dari Brebes.
Status: udah baca tips dari NCC, udah gugling, tapi males nerapin tips-nya.
Hasil : bawang cuma tahan 2 hari karenaaaaa abis *nari hula-hula*. Masih belum maksimal sih kresnya, tapi not bad.

18 Januari 2011
Akhirnya bertemu bawang Sumenep! Konon kabarnya bawang jenis inilah yang paling cocok dibikin bawang goreng.
Status: udah lumayan bersahabat sama api kompor, jadi nggak gosong.
Hasilnya: sangat memuaskan, bawang lebih gurih, lebih renyah, dan mendapat pujian dari suami. Ehem!

Bagaimana tips-nya? Ikuti terus postingan ini .

1. Pilih bawang sumenep yang kecil-kecil panjang, berdasarkan pengalaman saya, hasilnya paling oke, tapi tetep aja selain bawang sumenep ga haram jadi bawang goreng (takut diprotes bawang merah).
2. Kupas lalu cuci dengan air untuk menghilangkan getah bawang, ini biar ga ada pahit-pahitnya di bawang (kalau ga salah ya). Iris bawang dengan ketebalan yang sama biar matengnya bareng juga.
3. Keringkan dengan tisu dapur sampai keriiiing ring ring, lalu campur dengan sejumput garam, aduk rata. Diamkan beberapa menit sampai garam meresap. (Bisa juga setelah dicuci ga perlu dikeringkan, tapi langsung dikasih garam, baru dikeringkan).
4. Goreng di minyak panas sedang sampai kecelup semua. Jangan terlalu panas minyaknya, apinya juga sedang aja karena takut gosyong (trauma). Segera angkat kalau udah kekuningan, jangan nunggu sampe kuning keemasan, apalagi hitam . Oya, walaupun bawang goreng diangkat ketika berwarna kuning, nanti juga masih ada proses pematangan setelah diangkat, jangan khawatir nggak mateng.
5. Siapkan tisu dapur untuk alas, lalu tunggu sampai minyaknya terserap. Kalau aku biasanya dikasih tisu atas bawah lalu ditekan-tekan biar minyak terserap sempurna.
6. Setelah dingin masukkan di wadah kedap udara.

Nah, begitulah yang sering dilakukan di dapur hangus dalam hal goreng-menggoreng bawang goreng (haiyah ga epektip banget kalimatnya). Sebelum digoreng, bisa ditambahkan maizena/tepung beras biar makin renyah, tapi saya nggak suka sih jadi berasa ada tepungnya.
Yang paling belum pernah dicoba di dapur hangus adalah merendam bawang yang telah diiris dengan air kapur sirih. Cara ini paling advance kayaknya, makanya belum pernah dicoba. Mungkin nanti ya kalau dapur hangus berencana impor bawang goreng ke Hawaii atau Antartika, cara dengan kapur sirih ini baru akan dicoba.

•••

Mengingat nggak pernah bisa masak, pas mudik justru pengen pamer ke emak kalau saya bisa bikin bawang goreng enak dan renyah, tahan lama pula. Tiba-tiba emak membuka kulkas dan mengeluarkan stok 2 plastik bawang putih goreng dan bawang merah goreng. “Ini cuma 7.500, nggak pakai nangis karena iris-iris.” *pingsan*

NB:

1.Terima kasih kepada Rella yang dengan ikhlas tapi dipaksa minjemin sushimat buat property foto. ciummm…

2. Jangan percaya tanggalnya karena pasti ngawur, tapi isinya Insya Allah benar *kabur sebelum dibakar massa*

 

Tags: , , , ,

 
%d bloggers like this: