RSS

Category Archives: Giveaway

Makanan enak itu bergantung pada hati dan hati, bukan pada resep.

Dan…

Kemaren mau ngumumin kuis, saya lupa dan ngantuk berat. Biasa, tanggal-tanggal segini biasanya tanggal bokek kan :p. Ya walaupun saya sama suami nggak kerja kantoran, nggak punya gaji, tapi kebokekan orang lain seringkali berimbas kepada kami sementara kekayaan orang lain ya milik mereka sendiri, bukan milik kami ahahaaha… *yaiyalah mak!*

Maka dari itu, daripada dagangan kagak laku, saya bagi-bagi hadiah, bikin kuis. Ini cuma permulaan saja, saya sedang berpikir keras sekeras karang di lautan untuk mengadakan giveaway yang cetar membahana. Kalau perlu, jurinya mbak Syahrini idola saya, atau Happy Salma sodara kembar saya :p.

Daripada berpanjang lebar, dan ujung-ujungnya cuma mau ngumumin kuis, marilah kita umumkan saja. Berdasarkan UU Santet yangs edang digodog DPR, pemenang satu set pisau Vicenza adalah pemilik akun facebook Dey *pura-pura ga kenal :p* dan pemenang flashdisk adalah Husfani Agri. Selamat yaaaa.

Sebagai bonus, ini saya kasih foto saya lagi gendong Vio yah, thanks to Adobe Photoshop yang membuat saya mirip Farah Quinn.

Farah Quinn

Vio-Farah Quinn

Seperti biasa, pemenang harus update status dengan tag Dapur Hangus dan tag 10 orang teman yang isinya mengabarkan kalau menang kuis. Ditunggu tagging status-nya 1×24 jam yah, seperti layaknya batas laporan ke Pak RT.

Advertisements
 
27 Comments

Posted by on March 20, 2013 in Giveaway

 

Tags: , ,

Berawal dari Cinta, Sebuah Jawaban Giveaway

Semua berawal dari cinta. Seperti Qays yang gila karena Layla, atau Romeo yang mati karena Juliet. Begitupun giveawaynya, terinspirasi oleh “cinta”.

Jika Qays rela membuang kenyamanan istana orangtua-nya dan menggantinya dengan kehidupan liar di alam bebas, Romeo rela diasingkan demi cintanya pada Juliet. Bila Qays menciumi tembok rumah Layla demi memuaskan rindu pada sang pujaan hati, Romeo malah menenggak sebotol racun yang dibeli di Kim…eh di apotek karena mendapati Juliet telah dikubur.

Ya…itu cinta yang sengsara. Akhirnya Qays mati di pusara Layla. Mereka baru bisa bersama di pemakaman. Pun Romeo, yang tak tahu bahwa sebenernya Juliet masih hidup, memilih mengakhiri hidupnya dengan racun. Juliet? Menusukkan belati ke tubuhnya sendiri. Tadinya pengen romantis-romantisan, tapi kok sedih gini ya? *ketauan lagi galau*

Njieeee…saya keren banget nih cerita kisah cinta Qays-Layla dan Juliet Romeo, sebenernya saya baca buku dulu hahaha… Makanya wajar postingan ini ditulis dari Senin dan baru selesai sekarang, saya malah tergoda baca novel sampe abis, ga masak, ga nyuci, ga makan biar langsing *crottttt*.

Kembali ke laptop!

Cinta bagi Dapur Hangus adalah versi lain, cinta yang ceria, nggak pake perang, nggak pake minum racun, apalagi racun asmara. Nggak pake ngutang, cuma transfer uang sih tetep diperbolehkan :p. Cinta yang dibentuk dari sebuah serbuk hijau bernama matcha powder alias green tea powder.

Pertanyaan giveaway-nya sederhana banget! Apakah kejanggalan dari foto di bawah ini?

Kuncinya jelas loh, kalau membaca postingan dengan sekasam, pasti deh ga akan jawab yang salah ^^.

Jangan mikir jauh-jauh, karena ya ini nggak ada hubungannya dengan fotografi, baking, teknik membuat kue dsb. Hubungannya hanya dengan sejauh mana Anda bisa menangkap fakta dari apa yang Anda lihat dari foto itu. Mungkin juga jawaban yang benar menurut saya nantinya sangat aneh, tapi ya kumaha saya we da saya yang ngadain kuis ;p

Adakah yang jawab, “Itu kan green tea, harusnya ijo dong!” >> Jawaban salah karena sesuai clue di atas, jawaban nggak ada hubungannya dengan baking dan fotografi :p

Atau Anda salah satu yang jawab, “Kayaknya di resep green tea-nya bukan ditabur deh, tapi dimasukin di adonan.” >> coba bayangkan kalau green tea nggak ditabur, giveaway ini nggak akan pernah ada.

Ada juga yang menjawab, “Green tea-nya meuni berantakan, beresin atuh!” >>Sunda alert, maha aing we :p

Daaaannnn, ada juga yang jawab, “Katanya grinti mahal, kok dibuang-buang jadi taburan?” >> Ingat, saya horang kayah :p, lagian ini memang episode ngabisin grinti kan? Saya udah menyebutkan di postingan resep.

Eeehhh… ada juga yang jawab, “Aneh, soalnya di bawah saringan ga ada bekas green tea-nya.” >> Ya jelas nggak ada dong sayangku, kan green tea-nya ditabur di sagu kejunya, bukan di bawah saringan.

Kalau Anda yang jawab, “Di foto yang kue sagu di tumpuk itu kok malah kayak bakpia sih? >> plis dehh, yang jadi soal kan bukan foto ituuuuu *mulai gila*.

Coba perhatikan cetakan kertas putih di bagian bawah foto. Kertas itu putih bersih dan kontras sekali dengan keadaan sekitar yang berantakan. Kok bisa? Karena kertas itu bukan cetakan love yang saya pakai untuk nyetak love di kue sagu. Cetakan love untuk kue sagu hancur di sobek Vio ketika sesi pemotretan masih berlangsung dan saya terpaksa membuat cetakan love yang baru.

Ada yang protes?

Pasti ada. Bisa aja kan saya memang pake cetakan kertas love yang lain, yang ada di kue lain misalnya. Tenang, saya bisa jawab kok. Kuncinya cuma teliti aja. DI postingan resep, ada tiga foto, di semua foto itu, ada satu sagu green tea yang ditutup dengan kertas, selalu, di semua foto. Artinya, saya nggak mindah-mindahin kertas itu, ya memang dari awal sampai akhir kertas itu ya tempatnya di situ hehehe…

Dua cinta (love) tapi bentuknya berbeda, ya begitulah cinta, selalu punya ciri khas masing-masing, ada yang sengsara ada juga yang bahagia. Kita pasti mau yang bahagia aja kan?, makanya saya menggelar giveaway berhadiah ini.

Ini cuma sebuah giveaway, hadiahnya juga cuma dua set sendok kayu yang lagi happening di seantero jagat raya *ga pa pa kok menglaim dagangan sendiri ngetren :p*, tapi lihatlah, dari lima ratus tiga puluh empat juta jawaban yang masuk (aslinya cuma 70-an), hanya ada 5 orang yang menjawab benar.

Ini cuma fakta, yang bisa dilihat dengan dua mata kita. Tapi, masih ada juga yang berpikir ruwet dan menyalahkan penyelenggara giveaway hehehe… Plis dong ah, jawaban gampang gini kok ga bisa sih? Bahkan dalam keadaan lumpuh pun, Hercule Poirot dalam Tirai bisa memecahkan kasus pembunuhan loh :D. Jadi, yang begini sih keciiiillll ya harusnya.

Dannnn…yang beruntung mendapat masing-masing satu set sendok kayu adalahhh…. jreng-jreng….. Silahkan cek email masing-masing ya, pemenang akan di email paling lambat Senin pagi karena da syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menebus hadiah. Siap-siap deg-degan lagi? Hehehe.. *yaelah masa hadiah sendok doang deg-degan, beli atuhhhh….*

Oya, sekalian pengen ngucapin terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh teman dan handai taulan yang udah vote Dapur Hangus di Majalah Sekar Blog Competition, baik itu dengan keikhlasan maupun dengan paksaan di bawah acungan golok hehehe… Doakan yang terbaik untuk saya dan Dapur Hangus.

Menang atau tidak, saya tetap chef abal-abal, tak akan berubah jadi Farah QUinn atau Marinka. Dan satu hal yang pasti, dapur ini tetap akan menjadi Dapur Hangus, tidak akan berubah menjadi dapur lezat, dapur umami, ataupun dapur enak dan tidak hangus hihihi… Tetap semangat dan saling menyemangati untuk belajar memasak, itulah yang terpenting, karena tanpa teman-teman semua, Dapur Hangus nggak akan pernah ada *peres air mata*

NB: postingan ini bukan berarti membuat saya memasak dengan cinta ya, tetep aja kok saya masak pake kompor :p *tangkis cubitan*

 
28 Comments

Posted by on November 1, 2012 in Giveaway

 

Tags:

Sagu Green Tea Perjuangan

kue sagu

Seminggu ke depan, mungkin postingan di sini bakal ijo-ijo terus isinya. Bukan kolor ijo, tapi green tea alias teh hijau. Bukan karena biar gaya, tapi bubuk grinti yang saya beli beberapa bulan lalu masih nyisa buanyak sementara udah mau expired akhir bulan ini. Yuuukkk….

kue sagu teh hijau

Green tea ini bau wanginya khas dan sedikit pahit. Harganya lumayan mahal sih, 25 gram sekitar 15 ribu. Tapi ya itu tadi, karena cuma seneng aja pas belinya, tapi pas bikinnya kok ga minat. So far udah pernah bikin brpwnies (baca: kue bantat) green tea, kukis greentea, muffin greentea, dan terakhir sagu keju green tea serta kastengel green tea yang akan saya posting belakangan. Cieee rajin banget sih bikin-bikin? *prok prok prok smeuanya*.

Resepnya dari NCC, tapi nggak pake keju. Keju saya ganti pake grinti bubuk satu sendok teh. Sayangnya kurang banyak, jadi bau grinti-nya kalah sama bau tepung sagu. Oh ya, ini cuma setengah resep, tapi tetep pake satu kuning telur soalnya susah mau ngebelahnya :P.

Bahan:
150 gram sagu
2 lembar daun pandan
75 gram margarin atau butter (saya pakai margarin semua)
1 butir kuning telur
30 ml santan kental siap pakai
60 gram gula halus (di resep asli kalau setengah resep 75 gram, tapi sengaja saya kurangi biar pahir-pahit grintinya kerasa, tapi tetep nggak keras euy)
1 sdt bubuk grinti, mungkin harusnya ditambah jadi 2 sdt kali ya biar kerasa grintinya

kue sagu green tea
Cara membuat:
1. Sangrai sagu bersama daun pandan dengan api kecil. Tunggu sampai daun pandan mengering, aduk sesekali. Tujuannya biar renyah hasil akhir kue-nya.
2. Kocok mentega atau margarin dengan garpu/mixer (berat hati nulis mixer karena ga punya)/whisker sampai lembut. Seharusnya sampai putih sih, tapi tangan keburu capek karena saya pakai garpu aja. Pengocokan ini mungkin akan pengaruh ke tekstur akhir, kalau cuma sampai lembut, kue sagu-nya akan agak padat, sementara kalau sampai putih teksturnya lebih ringan dan melt.
3. Masukkan gula halus, aduk rata.
4. Masukkan kuning telur lalu aduk sampai merata.
5. Campur bubuk grinti dengan tepung sagu yang sudah disangrai, aduk rata. Masukkan campuran sagu grinti ke kocokan telur margarin, aduk rata.
6. Tambahkan santan kental, adonan siap dibentuk.
7. Tahap bentuk membentuk ini sungguh membuat saya menderita. Saya nggak pinter pake spuit, apalagi ini adonannya agak-agak keras, udah nyoba masukin ke spuit, tapi malah gigi spuitnya melar :(. Lalu nyoba pake cookies stamp, ehhh… adonannya ga mau digiles, mokong gitu malah nem[el-nempel (mokong itu apa??? hehehe…). Akhirnya saya timbang pake timbangan digital trus dipenyet-penyet pake cookies cutter bentuk bulet. Jadi juga sih walaupun bentuk bulet. Inilah mengapa namanya sagu grinti perjuangan, bukan karena berafiliasi dengan partai tertentu, tapi karena butuh perjuangan untuk membentuk :(.
8. karena agak tebal dan besar, manggangnya juga sekitar 40 menit, agak lama memang. Oya, kalau punya kuning telur berlebih, boleh diolesin kuning telur biar mengilap gitu. Saya olesi tipis-tipis 10 menit sebelum keluar dari oven, lumayanlah liat bentuknya yang rapi hati jadi ayem, semoga rasanya seenak penampakannya :).

kue sagu

Baca baik-baik postingan ini karena berhubungan dengan giveaway di sini. Ikutan yuuukkkk :).

 
7 Comments

Posted by on October 5, 2012 in Giveaway, Resep

 

Tags: , , , , , , ,

Our First Trial

Our First Trial

Cieeee, judulnya bahasa Enggres yaaaa… Biar sedikit keren dan menunjukkan kalau saya menguasai empat bahasa, bahasa Jawa, Sunda, Indonesia, dan Enggres ehem… Sejak giveaway happycall Mei lalu, belum ngadain giveaway lagi kan? Lagi males review hadiahnya, males moto, males segala-gala deh *pecut diri sendiri*. Nah, tiba-tiba muncul ide untuk bikin grup Dapur Hangus di Facebook (yang belum gabung, silahkan bergabung di sini). Ya ampun, dengan begitu tiap giveaway bisa langsung posting di Facebook, gampang ya… Nah, biar sedikit beda, kami menamakannya TRIAL (semoga ga pake error ya hihihi…).

Untuk TRIAL pertama, tantangannya adalah posting foto kue kering lebaran yang dibuat sendiri di rumah, ga boleh beli, ga boleh pesen ke tetangga, ga boleh nyolong apalagi. Kue keringnya boleh apa saja, boleh berbahan terigu, sagu, tapioka, tepung beras, pasir semen (menurut lo?) dll yang penting ga beracun :D. Masalah bikin sendiri ini, hanya sang pembuat, Tuhan, dan cicak-cicak di dapur masing-masing yang tau. Jadi, be wise dan jujur ya, jangan sampai kue beli dibilang bikin sendiri :p.

Syaratnya? Pertama tentu saja join grup Dapur Hangus dulu. Posting foto kue kering lengkap dengan resep dan tips untuk membuatnya. ga usah terlalu serius, boleh becanda juga. Fotonya sebagus mungkin ya, buat orang yang melihat ngiler sampe perlu gayung buat nadahin iler. Jijay ih :p!

Penilaiannya? Karena TRIAL pertama, penilainnya dari like (75 persen) dan dari penjurian (25 persen). Ajak bapak, ibu, sodara, tetangga, satpam kompleks, tukang sayur, tukang galon buat ngelike foto Anda di grup. Hadiahnya hanya untuk satu pemenang saja yaaa, masih dibuka kesempatan buat yang mau nyumbang hadiah lhooo. Oya, ongkos kirim hadiah ditanggung pemenang :D. Mohon maklum yaaaa!

Mau tau hadiahnya? Sebuah panci wok diameter 28 cm yang tebal seharga 350 ribu dengan merk Boriz Beinz. Saya sendiri sudah menggunakan panci ini, hasilnya memasak jauh lebih cepat. Rendang yang biasa harus 4 jam, cuma butuh 2 jam karena bahan panci ini menyimpan panas (hati-hati gosong aja sih hihihi…). Saking kinclongnya, panci ini bisa buat ngaca hehehe :D.

This slideshow requires JavaScript.

TRIAL ini berlangsung mulai hari ini, 30 Juli 2012 sampai dan berakhir Jumat, 17 Agustus 2012. Pengiriman hadiah untuk pemenang dilakukan setelah admin pulang dari mudik yaaa :D. Keputusan pemenang mutlak dan tidak dapat diganggu gugat ya. Yuk ahh tunggu apa lagi, segera upload resep andalan di grup dan jadilah pemenang :D.

 
25 Comments

Posted by on July 29, 2012 in Giveaway

 

Tags: , , ,

Kukis Kenari Ceria

Kukis kenari plus mix fruit

Warna-warni ceria, melting di mulut. Pokoknya enakkk…

Mengapa sih bikin-bikin kukis beginian? Awalnya sih karena ada mertua ya, mau pamer kalau menantunya udah makin pinter bikin kue. Dulu kan pamer waktu Vio masih bayi, bikin cheese bliss yang sukses besar ehemm cwit cwit… Nah, sekarang mau pamer yang lain dong, masa pamer cheese bliss lagi? Kalau ibaratnya cheese bliss Iqro’ 1, nah si warna-warna ini Iqro’ 2 gitulah, sedikit lebih susah dan lebih enak.

Alasan ke-2, bikin kukis ini ga perlu pake tangan belepotan ngebentuknya. Ya Allah, itu surga banget kan. Tangan tetep mulus, tapi bisa makan kue kering yang manis, enak, dan ga bikin kantong bolong. Oya, resepnya hasil nanya Mbah Google juga sebenarnya, bukan hasil kreasi sendiri, di blog salah satu member NCC, tapi maaf ya udah lama banget resep ini ngendon di buku babon resepku yang penuh coretan Vio, jadi ga di-link ga pa pa kan pemirsa? (komat kamit).

Cekidot resepnya ya…

Bahan:

125 gr mentega dan margarin (dicampur aja, aku pake BOS Filma semuanya)

100 gr gula halus (beberapa kali pakai gula pasir biasa sambil olahraga tangan :p)

180 gr terigu protein rendah (multi purpose juga oke)

2 butir kuning telur

¼ sdt baking soda (boleh ga pake, tapi aku tetep pake)

½ sdt baking powder (aku pake ¼ sdt aja)

Kenari (fardlu ain alias wajib ya, bikin wangiiiii deh…)

5 biji ceri merah siap pakai

5 biji ceri hijau siap pakai

Caranya sungguh gampang, namanya juga Iqro’ 2 kan? Jadi, belum serumit Iqro’ 6 deh ya..

  1. Campur margarin dan butter dengan gula, kocok sampai mengembang. Berhubung mixerku masih di toko, jadi ya pakai whisker aja (siap nerima sumbangan mixer hehehe..). Masukkan kuning telur satu per satu sambil terus dikocok, kemudian tambahkan tepung terigu, baking soda, dan baking powder. Aduk rata.
  2. Masukkan di loyang lalu ratakan dengan pisau dan gilas dengan rolling pin. Sejujurnya aku meratakan pake garpu trus ga pake digiles, jadi hasil kue keringnya nanti memang rapuh, lumer di mulut. Ketebalan adonan tergantung ukuran loyang ya, aku pakai pinggan keramik (cieee…) ukuran 35×40 cm tebalnya kurang lebih ¾ cm aja. Jangan lupa olesi loyang dengan margarin biar ga lengket, tipis-tipis aja.
  3. Olesi permukaan atas dengan ‘sisa’ kuning telur biar matengnya berwarna kuning bagus (ini karena aku pelit ya, kalau nggak pelit sih pake kuning telur lagi dong ah :p). Bisa dihilangkan saja step ini, soalnya kalau tampilan cantik nanti cepet abis sama Vio emaknya ga kebagian hehehe…
  4. Cincang kenari dan ceri. Khusus ceri cincang kecil-kecil biar gampang pas ngirisnya nanti. Kalau udah dicincang semua, tata di atas permukaan adonan di loyang, lalu tekan-tekan biar ga gampang lepas. Usahakan menekan sebaik mungkin biar bayi-bayi nggak ambil cerinya aja (pengalaman :p).
  5. Panggang 15 menit di suhu 150 (ingat, tergantung tebalnya ya), lalu iris dengan cutter sesuai selera. Kotak-kotak sih lebih gampang ya, ga perlu bulet, lonjong, apalagi jajar genjang :p. Pastikan cutter yang dipakai masih baru dan tajam, jadi tak terlalu banyak remah-remah. Pindahkan tiap potongan ke loyang lain lalu panggang lagi sampai garing sekitar 10 menit. Nyalakan api atas 5 menit terakhir agar kenari krispi kecoklatan.

Sungguh mudah kan? Sekali lagi ini Iqro’ 2 lho, anak SD juga bisalah. Makanya, kue kering ini buat yang masih belajar baking kayak saya ini gampang banget. Oya, kalau ada satu bahan ga ada, jangan patah semangat. Misal kenari ga ada, ya diganti kacang tanah cincang juga boleh. Kacang tanahnya disangrai dulu lebih renyah lho! Kalau ceri ga ada, bisa diganti kismis juga. Ga akan tau enaknya deh kalau nggak nyobain bikin. Saya ga akan mau ngasih soalnya, mau diabisin sendiri setoples :p.

Sering banyak yang nanya kalau resep ini bisa jadi berapa potong kue kering? Nah, berhubung pemula, saya sih nggak peduli hasilnya. Proses belajarnya lebih seru ketimbang ngitung-ngitung hasilnya. Kira-kira bisa jadi 30 keping sih ukuran 2×3 cm kali ya? Ga tau pasti. Pokoknya sadar udah abis aja sama si bocah L.

Apa kata mertua? “Wah, ibu Vio bisa bikin kue enak ya…” *hidung kembang kempis*

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Udang Mandi Telur Asin

Udang Mandi Telur Asin
Udang mandi telur asin

Aroma kuning telur asin yang nyaris terbakar, hmmmm… so yummy

Berawal dari nonton acara Koki Cilik di Trans7, akhirnya saya bikin menu ini. Kata suami saya, rasanya mirip dengan menu di D’Cost. Kalau D’Cost rasa bintang lima harga kaki lima, bikinan saya ini rasa bintang tujuh harga kaki tiga (lebih murah dari kaki lima). Maksudnya sih mau bilang bikinan saya lebih enak gitu lho!

Sebagai anak juragan telur asin (aminnn…) stok telur asin di kulkas lumayan banyak, apalagi abis pulang kampung kemarin. Pas banget udah bosen sama udang goreng kering, jadi kepikiran buat ngolah telur asin yang berlimpah dan udang yang besar-besar. Ditambah lagi, caranya gampang banget! Memang resep-resep di Koki Cilik itu gampang-gampang lho pemirsa, boleh jadi rujukan ibu-ibu males di dapur tapi pengen makan enak sepeerti saya. Yuk, bikin yuk!

Bahan

12 udang ukuran agak besar, bumbui dengan bawang putih dan garam, diamkan beberapa saat di kulkas biar bumbu meresap. Tentu saja saya pakai bawang putih bubuk aja biar gampang.

1 butir kuning telur asin matang, cairkan dengan 2-3 sdt air tergantung ukuran telurnya. Kuning telur asin bikinan ibu saya itu gede-gede, jadi kadang butuh setengah gelas kecil. Kuning telur asin semakin banyak semakin enak, jadi udangnya kayak mandi pasta telur asin gitu deh.

Irisan daun bawang secukupnya (saya pakai parsley pas nggak punya bawang daun)

Bumbu halus

1 siung bawang putih yang agak besar

2 siung bawang merah yang agak kecil

Garam, gula, merica secukupnya

Caranya sungguh easy

  1. Goreng udang setengah matang sampai berwarna agak kemerahan. Jangan terlalu kering nanti nggak juicy lagi. Tiriskan, sisihkan terlebih dulu.
  2. Tumis bumbu halus sampai wangi, lalu besarkan api. Masukkan kuning telur yang telah dicairkan, aduk-aduk terus sampai tercampur rata dan telur asin mulai mengental dan membentuk seperti karamel. Masukkan udang, aduk rata. Karena api besar, jangan sampai gosong ya, makanya aduk-aduk terus. Kalau sudah ada semburat kecoklatan, masukkan irisan daun bawang atau parsley kering (pilih salah satu aja), aduk rata lalu angkat.
  3. Siapkan piring dan nikmati dengan nasi hangat. Sungguh enak…Bau kuning telur asin yang setengah gosong itu sungguh menggoda.
Olahan udang telur asin

Laperrr…

TIPS biar nggak banyak yang dicuci, goreng udangnya dengan minyak secukupnya, mungkin sekitar 5 sdm aja. Sisihkan udang ke pinggir wajan, masukkan bumbu halus lalu kuning telur asin, baru campur udang. Cuma satu penggorengan yang kotor yayyy….

Di rumah, saya aja sih yang tergila-gila, baru pulang mudik 10 hari aja udah 4 kali bikin bumbu telur asin ini. Kadang udangnya diganti cumi yang lebih murah, rasanya tetap enakkkk… inilah yang saya sebut rasa bintang tujuh harga kaki tiga itu hihihi… Ketagihan masakan ini jangan dibebankan ke saya ya, karena ketagihan saya pun belum ada obatnya.

Oya, jangan protes kalau emak-emak seperti saya nontonnya Koki Cilik ya, sebenernya nemenin Vio nonton TV kalau dia nggak bobo siang. Kalau dia bobo sih pasti channelnya pindah ke Indosiar alias nonton drama Korea hahaha…

 
8 Comments

Posted by on May 19, 2012 in Cerita dari Dapur Hangus, Giveaway

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Bola-bola Keju

Bola-bola Keju

Sebenernya ini bukan resep baru, ini cuma cheese bliss yang memang sudah ngetop di dunia maya, dunia persilatan, serta dunia lain *apa sihhh???*. Pertama kali dapet resep ini dari The Urban Mama pas V io udah boleh dairy product. Dannn… ehem ehem resep ini juga yang bikin jatuh cinta sama baking (walaupun cinta palsu sih ya soalnya baking juga senin kemis). Sebelum bikin ini, pernah nyobain beli di salah satu online shop yang khusus jual kukis baby dan lumayan ngetop, harganya mihil banget! Jadi, radar penghematan menggiring saya untuk bikin sendiri.

Dari sekian kali percobaan yang tak pernah gagal (gaya benerrrr), akhirnya menemukan gabungan bahan yang rasanya oke, mudah dipadukan dengan bahan tambahan seperti kismis, chocochip, cornflakes de el el serta gampang dibikin setengah resepnya.

Beginilah resep bola-bola keju ala Dapur Hangus.

Bahan:

250 gr tepung terigu serbaguna/protein sedang (sebenernya lebih bagus protein rendah)

4 butir kuning telur (ukuran kecil aja, saya biasa beli telur di supermarket yang kecil-kecil)

150 gr mentega/margarin

180 gr keju (1 bar masukin semua biar ngeju abis), parut

3 sdm maizena

1/2 cup bahan tambahan (bisa chocchip, cornflakes, kismis asal bukan batu kerikil yaaaa :p)

Kira-kira kalau sudah seperti ini adonannya, siap dicetak/bentuk

 

Cara membuat:

Campur terigu, keju, dan maizena, lalu masukkan mentega/margarin. Aduk rata hingga berbutir-

butir. Oya, saya biasa ngaduk pake garpu aja. Masukkan kuning telur satu per satu.

Kadang kalau kuning telurnya besar, 3 kuning telur saja sudah cukup. Aduk sampai jadi seperti gambar di samping atau asal adonan sudah bisa dipulung. Katanya sih tergantung suhu ketika mencampur semua bahan pengaruh ke bentuk adonan, tapi ya entahlah ya saya bukan suhu sih :p

Kalau sudah dibentuk, dicetak susun di loyang, jaraknya deket-deket pun tak masalah karena memang ga bakal ngembang. Makanya, si bola-bola keju ini jadi favorit banget karena oven listrik saya kan imut kayak yang punya, jadi satu resep ini cukup sekali manggang aja. Hemat listrik tapi makan kukis enak itu asyik banget kan?

cheese bliss

Oven suhu 170 sekitar 20-25 menit aja. Duh, sebenernya ini kira-kira sih ya, pakai feeling aja dan harus match hati kita sama hati si oven. Gunakan insting kegosongan untuk mendeteksi kehangusan dini :p. Jangan lupa juga dipanasin dulu ovennya sebelum adonan masuk, oven listrikku butuh 10-15 menit dipanaskan. Kalau cuma dioven sekitar 15 menit, hasilnya dalemnya chewy, tapi saya nggak terlalu suka yang begitu sih jadi ya agak lama manggangnya, kukinya hasilnya renyah, sedikit rapuh juga sih.

 

TIPS paduan terbaik untuk membuat kukis keju ini menurut saya adalah keju cheddar Kraft dan Blueband, rasanya top banget! Baunya wangi, gurih banget. Tapi kalau masih concern mengurangi garem, ya pake unsalted butter yang mihil sih oke-oke aja, keju pake cheddar yang Diamond atau Prochizz juga boleh.

yummmy and cheeesssyyyy

Nah, foto di bawah ini kalau ditambahkan chocchip, rasanya bisa berubah drastis lho! Kalau saya sih manggangnya lebih bentar dibanding yang original takutnya chocchip meleleh. Jadi, sekitar 20 menit maksimal, suhu cukup 160 aja (dengan catatan oven udah dipanaskan ya, panaskan boleh suhu 200 lalu turunkan setelah kukis masuk oven).

 
5 Comments

Posted by on April 21, 2012 in Giveaway

 

Tags: , , , , , ,

 
%d bloggers like this: