RSS

Momofuku Ando dan Mie Goreng Jawa

18 Nov
Momofuku Ando dan Mie Goreng Jawa

Kata suami saya, kalau nanti dia ke luar negeri, yang bakal dikangenin adalah Indomie. Beuuuuhhh… bukannya kangen istri malah kangen Indomie. Kalau di negara-nya nggak ada Indomie, dia bakal nyari tiket promo dan terbang ke Belanda cuma buat beli Indomie. Percayalah, dia korban iklan hehehe…

Di Indonesia memang Indomie ibarat nama lain mie instan, tapi tahukah saudara-saudara sebangsa dan se-tanah air bahwa merk mie instan pertama adalah Nissin. Hayoooo…pasti ada yang belum pernah makan mie Nissin kan? Kalau saya lebih suka Nissin karena bumbunya lebih sedap dan mie-nya lebih kenyal tapi mengenyangkan. Aslinya sih, saya suka Nissin setelah tahu kalau Nissinlah pelopor mie instan di dunia. Jadi, kalau suami saya korban iklan, saya korban ensiklopedia penemu hahaha…

Untung saja Nissin lebih kecil dan sedikit lebih mahal *beda 100 perak sih, tapi kan duit juga hahha…*. Nissin juga susah ditemukan di warung-warung kecil. Harus melipir ke PVJ kalau mau beli Nissin, euuhhh parkirnya juga susah :p.

Adalah Momofuku Ando, orang pertama yang menemukan mie instan. Pria Jepang kelahiran Chiayi, Taiwan, 5 Maret 1910 ini terinspirasi menciptakan mie yang cepat dimasak karena melihat antrian di sebuah kedai mie. Pada 1948, Momofoku Ando mendirikan perusahaan bernama Chukososha yang awalnya bergerak dalam pembuatan garam. Pada prosesnya, perusahaan itu kemudian berubah menjadi Nissin Foods bertempat di Ikeda, Prefektur Osaka, Jepang.

Pada 1957, ketika itu ia berusia 47 tahun, Ando mulai uji coba membuat mie yang cepat disajikan di halaman rumahnya. Ia juga ingin mie buatannya praktis dan tahan lama. Bumbu dan kaldu sudah dicampurnya ke dalam mie (tidak seperti sekarang yang dalam bungkus terpisah) hingga orang tidak perlu repot mencampur bumbu sendiri.

Setelah berhasil membuat mi berbumbu seperti keinginannya, Ando tak puas mencari teknik mengeringkan mi melalui berbagai uji coba-coba, namun semuanya gagal. Keluarganya sudah bangkrut karena Ando harus membayar hutang dari koperasi simpan pinjam yang dikelolanya.

Ia kemudian terilhami oleh istrinya yang menggoreng tempura lalu mucul ide untuk mengeringkan mie dengan cara digoreng. Tak disangka, hasil eksperimennya ludes tak bersisa ketika Ando mencoba menjualnya di sebuah toko serba ada.

Tahun berikutnya, tepatnya 25 Agustus 1958, Ando meluncurkan produk mie instan yang disebutnya Chicken Ramen dengan kuah kaldu ayam. Mie hanya perlu diletakkan di dalam mangkuk dan disiram air panas sebelum dapat dimakan. Karena masih jarang, Chicken Ramen dijual dengan harga relatif mahal. Namun karena kepraktisannya, makanan ini cepat populer dan Nissin Shokuhin Kabushikigaisha pun maju pesat hingga mulai masuk lantai bursa pada 1963, hanya lima tahun sejak pertama kali berdiri.

Ando, yang telah merasakan asam garam dunia bisnis, tak puas begitu saja. Pada 1966 ia berkeliling Eropa lalu terinspirasi kemudian meluncurkan produk noddle cup. Kalau di Indonesia namanya Pop Mie hihihi… “Kamu berhasil,” begitulah kata Pop Mie *korban iklan yang lain*. Pada 2005, Ando masih juga berinovasi dengan Space Ramen, mie instan yang bsia dibawa ke luar angkasa untuk bekal para astronot.

Momofuku Ando meninggal pada 5 Januari 2007, di mana saat itu saya mulai membaca kisahnya dan mulai menyukai Nissin ketimbang Indomie. The New York Times edisi 9 Januari 2007 memuat tajuk rencana berjudul Appreciations Mr. Noodle yang berisi pujian atas penemuannya, “Mie instan telah meletakkan Ando di tempat yang abadi dalam sejarah kemajuan umat manusia.”

Coba bayangkan, dunia tanpa Momofuku Ando, tak akan ada korban iklan seperti suami saya hahaha…

“Dunia damai kalau semua orang cukup makan”,
“Makan yang benar membuatmu cantik dan sehat”
“Produksi makanan adalah melayani rakyat”

Itulah tiga prinsip yang menjadi nafas hidup Nissin.

Jadi, masihkah Anda menganggap mie instan adalah musuh, racun, sumber masalah. Saya tidak, saya belajar dari Momofuku Ando untuk dua kata, “Pantang Menyerah!”

***

Dor, serius banget yaaaa! Katanya di Jepang ada Cupnoddles Museum di Minato Mirai, Yokohama. Museum tersebut terdiri dari 5 lantai. Di lantai empat terdapat Noodles Bazaar dan Cupnoodles Park. Noodles Bazzar menjual 8 menu mie instant dari 8 negara : mie goreng (Indonesia), pasta (Italia), lagman (Kazakhstan), lanzhou beef (China), cold ramen/ramyun (Korea), Pho (Vietnam), Tom Yum Goong Noodles (Thailand), dan Laksa (Malaysia).

Ssssttt… Mie goreng dari Indonesia, yayyyy!!! Jadi, mari kita bikin mie goreng. Yaelah udah muter-muter sampe ke Jepang ternyata cuma mau bikin mie goreng? Gawats, Bang Rhoma bakal bilang, “Sungguh ter-la-lu!” :p

MIE GORENG JAWA (boleh milih Jawa mana aja, dibikin di Jawa Barat, oleh orang Jawa Timur, tapi terinspirasi dari mie nyemek Gunung Kidul. Nah loh, bingung kan?)

mie goreng Dapur Hangus

Bahan:
1 bungkus mie telor 200 gram (saya pakai yang bintang iklannya Inul Daratista, lupa merknya :p). Rebus mie sampai aldente, jangan lupa kasih minyak biar nggak nempel satu sama lain. Rebus mie-nya jangan terlalu lembek ya, karena nanti juga masih ada sedikit proses merebus.
1 kotak kaldu ayam buatan Chef Abal-abal ciyeehhhh… bisa bikin kaldu juga ternyata (kalau ditanya sekotak itu seberapa, saya nggak tau ya, resepnya nanti menyusul sip :D)
1 butir telur
2 sdm minyak untuk menumis
2 sdm kecap manis

Bumbu halus
3 siung bawang merah
1 siung bawang putih
1/2 sdt bawang putih goreng
sejumput ebi sangrai
1 biji kemiri sangrai
Garam, gula, merica secukupnya

Pelengkap
Potongan cabe
Irisan seledri dan bawang daun (cuma ada bawang daun)
Bawang goreng (lagi ga punya, jadi ga pake)

Cara membuat
1. Tumis bumbu halus sampai wangi, kecilkan api lalu agak sisihkan bumbu, masukkan telur lalu orak arik sampai setengah matang.
2. Masukkan kaldu ayam, tunggu sampai mencair. Masukkan mie telor yang telah direbus dan ditiriskan. Tambahkan kecap manis lalu aduk merata.
3. Besarkan api, lalu tutup wajan. Ini hasil pengamatan di warung mie Jawa gitu ya, pasti akan ada sesi memasak yang ditutup gitu kan? Ternyata ini pengaruh ke rasa loh. Saya mah kan bukan chef ya, cuma merasakan aja bedanya kalau api kecil dan api besar itu bakal pengaruh ke aroma dan rasa. Kalau di warung Mie Jawa kan pake arang ya, jadi ngegedein apinya pake dikipas-kipas. Dulunya saya bingung kenapa pas dikipas wajannya harus ditutup? Saya pikir awalnya biar nggak kenal abu dari arang *polos* ternyata ya biar ada sensasi agak gosong khas mie jawa gitulah *sok tau*.
4. Ditutup sekitar 3 menit saja sampai kaldu terserap sempurna. Buka tutup lalu kecilkan api dan aduk kembali. Purulukkan (artinya adalah emmmm taburi kayaknya ya) irisan bawang daun dan seledri, aduk kembali. Mie goreng Jawa ala saya siap dinikmati dengan irisan cabe dan bawang goreng.

Cabe iris boleh ditambahkan ketika mie masih di masak, bareng sama numis bumbu. Tapi, berhubung saya bikin sekalian buat Vio, jadi pedesnya belakangan aja yaaa… Rasa pedesnya memang nggak terlalu nendang kayak kalau dimasak bareng, tapi demi penghematan energi dan secepat mungkin ngacir dari dapur, saya rela masakan saya pedesnya nggak nendang eheheh… Kalau menurut saya, ini enak. Kalau dibandingkan Indomie, ya pasti beda aliran ya, Indomie jauh lebih gurih. Tapiiii, kalau bikin kaldunya dari ceker, asli aromanya akan sangat mirip. Saya biasanya bikin kaldu dari tulang ayam sisa fillet.

Silahkan dicoba resepnya di rumah masing-masing, jangan sampai nyobain resep mudah ini di rumah tetangga, apalagi di rumah Pak SBY. Bisa-bisa ditangkap Paspampres, yukkk…

SUMBER
1. Ciputraentrepreneurship
2. Kompasiana

 
22 Comments

Posted by on November 18, 2012 in Kisah di Balik Rasa, Resep

 

Tags: , , , , , , ,

22 responses to “Momofuku Ando dan Mie Goreng Jawa

  1. RuriOnline

    November 18, 2012 at 2:21 pm

    hahaha, suka banget sama blog mami dapur hangus ini..😀 cucoklah buat saya yg baru belajar masak dan ogah bikin yg ruwet-ruwet. kalo baca blog ini apalagi liat foto2nya bikin hepi. jadi pingin ikut mraktekin resepnya mami ;p

     
    • Ika Rahma

      November 19, 2012 at 12:24 pm

      oh tidak jangan panggil aku mami hahaha… langsung berasa emmmm, mu**kari ga sih?

       
      • RuriOnline

        November 23, 2012 at 3:06 pm

        hastagah… xo

         
  2. Anonymous

    November 19, 2012 at 12:17 am

    Enyaaaakkk… Pas ngrebus mie tapi belum diolah jadi mie goreng ada resep master chef🙂
    Makasih mama Vio.

     
    • Ika Rahma

      November 19, 2012 at 12:24 pm

      alhamdulillah Master Chef *dandan ala Bu Desy*

       
  3. asrie

    November 19, 2012 at 1:36 am

    Kamana atuh purulukkaaan? wkwkwkwkw..eta bahasa meni canggiiih… :))

     
    • Ika Rahma

      November 19, 2012 at 12:26 pm

      Asriiii… purulukan tau kan? bahasa CImahi eta teh😀

       
  4. lei

    November 19, 2012 at 1:43 am

    *ngakak* purulukkan dgn dobel “K” itu jd sunda+indonesia yah? Yg sunda cm 1 “K” hahaha dibahas dong, mumpung Iko lg serius. Br tau ih Nissin itu mie pertama.. Jd pgn nyoba. Kl smua cemilan nissin mah juwara yah, wafer, choco soes dll. Gada iklan tp enak2🙂

     
    • Ika Rahma

      November 19, 2012 at 11:58 am

      Leiii, ayo kita bikin usaha kyk si Ando gini, namanya dikenang sepanjang masa heheh…

       
    • Ika Rahma

      November 19, 2012 at 12:25 pm

      ahahaha.. Sunda gagals gara2 K-nya ada dua biji yes?

       
  5. herlina achmad

    November 19, 2012 at 2:52 am

    ini u/brp porsi mak?

     
    • Ika Rahma

      November 19, 2012 at 11:53 am

      buat dua piring maks😀

       
  6. alfakurnia

    November 21, 2012 at 9:54 am

    Kayanya enak ini mie goreng. Kapan-kapan mau coba ah.

     
    • Ika Rahma

      November 22, 2012 at 11:08 am

      apaaa? dikunjungi seleb blog *sembunyiin talenan*

       
  7. Nisa Urrizki

    November 22, 2012 at 2:03 am

    Tambahin sawi n baso sapi enaaaaakkk🙂

     
  8. Nisa Urrizki

    November 22, 2012 at 12:02 pm

    Beli atuh mbak, ato minta tetangga aja😀

     
    • Ika Rahma

      November 22, 2012 at 12:08 pm

      doakannnn…. Semoga punya uang segudang buat beli slokuker. Takahi yg 0,7 itu imyut bgt yakkkk, aku sukaaaa…

       
  9. Nisa Urrizki

    November 23, 2012 at 9:44 am

    Beli yg made in Indonesia aja cukup mbak. Cinta produk dalam negri. Hehe… 0.7Lt ga kemungilan? Aku beli maspi*n 2.5Lt cuma 138rb mbak. Bathine ramekin kan akeh. Haha…

    Btw, ini mbak Ika pake mie yg isi 2 keping itu? Kok aku baca tulisannya, isinya cuma 136gr ya?

     
    • Ika Rahma

      March 12, 2013 at 1:11 am

      hooh yg dua keping itu…

       
  10. Nisa Urrizki

    November 23, 2012 at 10:28 am

    Beli yg made in Indonesia aja cukup mbak. Cinta produk dalam negri. Hehe… 0.7Lt ga kemungilan? Aku beli maspi*n 2.5Lt cuma 138rb mbak. Bathine ramekin kan akeh. Masa’ ga cukup buat nebus slowcooker? Haha…

    Btw, ini mbak Ika pake mie yg isi 2 keping itu? Kok aku baca tulisannya, isinya cuma 136gr ya?

     
  11. solitairepandemonium

    June 17, 2013 at 10:28 am

    mbaknyaa.. saya suka NISSIN looooh!!! dan iya, saya kayaknya korban penemu juga seperti dirimu. naaah, selama tinggal di canberra, saya nemu mie instan murah homemade nya Woolsworth, buat saya gramnya lebih banyak, dan dia klaim gak ada MSG nya… trus menurut aku rasa ayamnya mirip sama si nissin ini. dan karena nissin paling mahal -dibanding indomie dan supermi- maka dari itu, mie woolies adalah yang paling pas buat kantong dan lidah..

    eh salam kenal lagi yaaa.. baik di FB, dan di twitter..:D

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: