RSS

No Mixer No Cry

27 Oct

resep muffin grintiLagi-lagi green tea, bubuk ijo satu ini alhamdulillah kok nggak abis-abis ya di kulkas saya? Yuuk ah mari kita bikin muffin aja yang mudah dan nggak membuat cucian wadah menumpuk, cukup 2 bowl saja hehehe…

Saya suka muffin karena ini kue pertama yang bisa saya bikin sepanjang sejarah hidup saya. Beuraaattt ahahaha… Berbekal panci serbaguna hasil menjarah gudang ibu saya, jadilah muffin pertama saya. Waktu itu saya malah nggak pake ukuran, kira-kira aja. Dulu nggak pernah bantat tuh, entah mengapa setelah pake ukuran malah sering bantat. Dan satu lagi, bikin muffin itu ga perlu mixer. Jadi, no mixer no cry-lah ceritanya heheh..

Muffin green tea yang difoto ini adalah muffin grinti ke-2 yang saya bikin dalam seminggu terakhir. Yang pertama mana? Kena sensor badan sensor Dapur Hangus karena sama sekali ga ngembang. Kalau tetep di posting, saya takut mbah Gugle mereport as spam saya ihihihi…

Masalahnya ketauan sih, saya punya putih telur sisa bikin kastengel, saya pakelah putih telur ini buat bikin muffin esok paginya. Ancamannya jelas di depan mata, muffin saya bantat!

Walau bantat, saya yakin muffin ini tidak beracun, karena Vio udah habis 4 cup aja dan dia masih sehat sentosa. ALhamdulillah😀. Mari kita ceki-ceki resepnya.

Adonan kering (aduk rata)
120 gram terigu protein sedang
30 gram gula
½ sdt baking powder
20 gram chocochip putih
1 sdt bubuk greentea

Adonan basah (aduk rata)
2 sdm mentega, cairkan. Tunggu mentega agak dingin.
1 butir telur, kocok lepas ke dalam mentega cair yang sudah agak dingin.
80-100 ml susu UHT (saya pake 80 ml karena sebenernya pengen sisanya saya pake bikin yang lain. Eh, ternyata di kulkas malah ditumpahin sama Vio. Pelajaran yang bisa diambil adalah: jangan pelit! Weewww :p)

Cara membuat:
Masukkan adonan basah ke adonan kering. Aduk seperlunya saja, kalau ada tepung yang sedikit bergerinjil biarkan saja. Terlalu banyak mengaduk akan menyebabkan muffin bantat. Jika diperlukan, lakukan aduk balik. Ini gimana ya ngejelasinnya, pokoknya gimana caranya adonan yang di bawah bisa pindah ke atas tanpa diaduk memutar. Kalau muter pan bisa pusing ya :p. Lebih gampang dilakukan dengan spatula besar. Semoga ngerti dah, dulu saya pusing juga dengan istilah aduk balik ini, sekarang pun sama sih masih pusing juga hihihi…

Masukkan adonan ke paper cup, saya isi hampir penuh biar muffinnya menjulang tinggi. Nggak takut adonan tumpah ketika mengembang? Takut juga sih, makanya saya suka kepo intip-intip oven. Sebenernya resep ini resep muffin yang berat karena cairannya sedikit (80ml). Semakin banyak cairan, muffin akan semakin light tapi kadang susah ngembang. Saya nggak tau istilah bakingnya gimana, pokoknya itu berdasarkan pengalaman aja. Kalau kira-kira adonan mau tumpah, saya segera menyalakan api atas jadi adonan tertarik oleh panas api atas.

Panggang muffin sekitar 20-30 menit tergantung besar cup-nya. Kalau saya pake cup seperti di foto, butuh waktu 25 menit sampai muffin mateng. Sekitar 15 menit sebelum selesai, nyalakan api atas ya. Kalau nggak ada api atas gimana? Ya nggak apa-apa sih sebenernya, muffin tetep bisa mateng hanya atasnya nggak akan berkerak. Oya, panggangnya suhu 200 derajat dan turunkan suhu jadi 170 setelah api atas nyala yaaa…

mufin teh hijau

Resep muffin yang sudah pernah saya posting ada di sini dan sini. Kata adek-adek saya, muffin ketan item saya bikin orang muntah karena warnanya yang terlalu hitam, tapi muffin selanjutnya lebih baik karena saya belajar dari muffin-muffin gagal tapi enak sebelumnya.

Seperti judul postingan ini, muffin itu kue yang no mixer no cry. Tapi, kalau saya dihadapkan pada mixer idaman (baca: Bosch) saya juga tetep bakal nangis kok. Menangis dimulai huaaa……

 
5 Comments

Posted by on October 27, 2012 in Resep

 

Tags: , , , ,

5 responses to “No Mixer No Cry

  1. titi esti

    October 27, 2012 at 2:48 am

    Resep ini benar2 menghapus cuci mixer. Wlp nggak ngaruh jg sih, krn tugas cuci piring,gelas, sendok dll udah dijadwal ke F1-F3 #preet

     
    • Ika Rahma

      October 27, 2012 at 3:32 am

      eaaaaa…. beda ya emak beranak lima mah :p

       
  2. wulan yasha shelma

    October 27, 2012 at 8:06 am

    sukaaaa deh ma resepnya

     
    • Ika Rahma

      October 27, 2012 at 9:08 am

      makasih mbak Wulan, monggo dicobain🙂

       
  3. Lusi

    October 27, 2012 at 12:55 pm

    Panggangannya pakai panggangan apa? Yg biasa hock itu atau listrik? Listrik kayaknya ya, kan ada api atas?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: