RSS

Rahasia Roti Kim Tak Gu

05 Sep

Sejak membaca Madre-nya Dewi “Dee” Lestari, saya baru tahu kalau ragi roti itu bisa dibuat sendiri dan bisa bertahan lama. Tansen, lelaki asal Bali yang menjadi tokoh utama dalam Madre, pun tak pernah tahu sebelumnya. Ia hanya menerima sebuah kunci untuk membuka lemari penyimpanan Madre dari orang yang tak pernah dikenalnya.

Hidup Tansen berubah dalam sehari karena Madre, yang dalam bahasa Spanyol artinya IBU. Sejatinya Madre adalah adonan biang untuk membuat roti yang diberi makan tepung dan air sehingga bisa “melahirkan” roti-roti lain. Dari seorang anak pantai Bali, Tansen berubah menjadi tukang roti, menghidupkan kembali toko roti yang telah tidur panjang selama 5 tahun.

Saya tak hendak bercerita tentang Madre, namun tentang sebuah buku lain yang berhasil memikat hati saya. Selain langsung mengingatkan saya pada Madre, saya tertarik dengan buku ini karena Kim Tak Gu, seorang tokoh utama dalam drama Korea Bread, Love, and Dreams (Baker Kim Tak Gu). Kalimat pembuka di sampul belakang buku ini mendorong saya untuk pergi ke kasir dan membayar sebesar 45 ribu.

“Roti yang difermentasi alami sangat populer di Korea Selatan sejak drama “Bread, Love, and Dreams (Kim Tak Gu)”, memperkenalkan metode alami dalam membuat roti,” begitulah kalimat yang membuat saya terpikat.

Lagi-lagi, saya tak hendak bercerita tentang Kim Tak Gu. Menurut saya, drama itu adalah Tersanjung versi Korea yang mbulet dan ruwet. Dua kali diputar di televisi, saya hanya menonton sampai adegan ketika Tak Gu kecil dikejar-kejar karena mencuri roti. Alasan lain, tentu saja pemainnya kurang ganteng hahaha…

Buku ini berjudul Rahasia Membuat Roti Sehat dan Lezat dengan Ragi Alami, ditulis oleh seorang baker sekaligus spesialis fermentasi termuda di Korea, Sangjin Ko. Sang penulis memiliki sertifikat The National Certificate of Baking dari Pemerintah Korea. Wow! Mungkin dialah Kim Tak Gu di dunia nyata *halah*, sayang lagi-lagi ga seganteng Bae Yong Joon hahaha…

Setelah sampai di rumah, saya tak menyesal membeli buku ini. Pertanyaan saya tentang bagaimana membuat Madre terjawab sudah dengan lengkap dan mendetail di halaman 15 dan 16. Yang terpenting, semua bisa kita buat sendiri di rumah. Keren! Inilah buku yang saya cari. Walaupun pada praktiknya (praktik ya bukan praktek :p), mungkin saya akan mencoba membuat ragi sendiri satu atau sepuluh tahun lagi tergantung perginya rasa malas. Eaaaa… *butuh dipecut*.

Ragi alami bisa terbuat dari buah kering maupun buah segar. Hampir semua buah, sayur, dan bahkan bunga yang bisa dimakan bisa menghasilkan ragi. Mulai dari apel, manggis, jambu biji, tape, kurma, pisang, stroberi, jeruk, tomat, anggur sampai kismis, wortel, dan ubi bisa menghasilkan ragi alami. Selain rotinya lebih enak dan beraroma, menggunakan ragi alami tentu saja memiliki efek samping yang tak terbeli, lebih sehat!

Roti dari ragi alami tentu lebih mudah dicerna serta teksturnya lebih empuk. Di samping itu, roti lebih kaya rasa dan aroma dari buah atau sayur asal raginya. Bonusnya, roti justru tahan lebih tahan lama dibandingkan roti dengan ragi buatan. Umur simpan roti dengan ragi alami panjang meskipun tanpa pengawet karena berbagai mikroorganisme hasil fermentasi akan meningkatkan keasaman dan menghasilkan senyawa antibakteri pada adonan roti (halaman 7).

Yuuk, saya kutip salah satu saja cara membuat ragi alami ya, yaitu ragi dari pisang (halaman 23).

Alat dan bahan (berasa di lab aja)
100 gram pisang, sebaiknya gunakan
250 ml air
1-2 sdt madu atau gula organik
Toples steril ukuran 500ml

Cara membuat:
1. Potong pisang kecil-kecil, masukkan semua bahan dalam toples yang sudah dicuci dan disteril. Proses cuci-steril ini dijelaskan di halaman 12. Cuci toples dengan sabun dan air tetapi jangan menggunakan spons karena seperti spons terdapat banyak bakteri yang nantinya akan berpengaruh terhadap proses fermentasi. Rebus toples kaca dan tutupnya sampai terendam air dan tunggu sampai air mendidih lalu tutup panci selama 5 menit. Angkat toples dan tutupnya, lalu keringkan.

2. Aduk perlahan bahan yang sudah dimasukkan ke dalam toples. Lakukan ulang setiap sehari sekali. Jangan aduk lagi setelah proses fermentasi terjadi.

3. Fermentasikan selama 4-6 hari pada suhu ruang, sekitar 25-27 derajat celcius. Masukkan toples di kotak styrofoam agar suhunya lebih stabil. Ragi pisang telah siap jika semua potongan pisang mengapung dengan banyak gelembung udara. Simpan di kulkas, dapat bertahan selama 2 minggu. Jangan gunakan ragi jika rasanya terlalu asam dan baunya tidak enak.

4. Saring dan ambil cairan ragi.

5. Dapat dibuat ragi lagi dengan menggunakan 1% ragi pisang yang sudah jadi.

Ternyata cukup sederhana kan bikin ragi alami. Modalnya cuma buah 100 gram, air, dan sesendok gula/madu tentunya disertai tekad yang kuat dan niat yang lurus *ini yang susah hhehehe…*. Jadi, kalau mau belajar, ya beli dulu bukunya, lebih lengkap-kap-kap *bukan promosi walaupun pengennya sih dibayar*.

Selain cara membuat ragi alami dari berbagai buah lokal Indonesia, Sangjin Ko juga berbagi 31 resep roti antigagal yang telah diuji coba. Ada juga cara membuat adonan biang dan sourdough, semacam pengembang alami. Sampai sini saya malah bingung jadi Madre yang dimaksud Dee itu sourdough ini atau ragi biang. Dan tampaknya, saya akan mengajak teman-teman semua bingung juga biar mau baca bukunya hahaha…

Secara keseluruhan, buku ini bagus, recomended. Hanya saja, tak ada gading yang tak retak. Meski di awal menjelaskan jika ragi alami bisa dibuat dari bunga dan sayur, tak ada sama sekali contoh ragi sayuran, apalagi cara membuatnya. Untuk 45 ribu, saya kira buku ini layak dimiliki.

Akhir kata, ternyata saya bisa juga bikin resensi buku makanan *ngaca sambil sisiran* :p.

 
40 Comments

Posted by on September 5, 2012 in Kisah di Balik Rasa

 

40 responses to “Rahasia Roti Kim Tak Gu

  1. Miss Fenny

    September 5, 2012 at 8:01 am

    Itu cookies bikinan dengan ragi alami hasil resep buku mbak? hihi

     
    • dapurhangus

      September 5, 2012 at 10:17 am

      Bukan dong, itu cookies sisa lebaran di rumah ibuku hihihi

       
  2. titi esti

    September 5, 2012 at 8:11 am

    Haish… mana ada baca buku sambil makan kukis. Bukunya bisa kena noda. *bibicerewetberaksi*

     
    • dapurhangus

      September 5, 2012 at 10:19 am

      Bisa beli lagiiiiiii wek :p

       
  3. Anonymous

    September 5, 2012 at 8:32 am

    maaak, cakepan juga lee min ho :)) jadi ya, saya dan adik saya juga penganut paham di mana sebuah drama korea layak ditonton jika dan hanya jika pemainnya memenuhi kriteria ganteng kami, hihihi..alhasil kim tak gu cuma nonton selewat2, tp pengecualian untuk pelm PASTA, ini mah makanannya yang ganteng2.. #sluurrp #sangatsalahfokus😀

     
  4. asrie bunbriels

    September 5, 2012 at 8:34 am

    btw, yang komen di atas adalah asri bunbriels cantik jelita😀

     
    • dapurhangus

      September 5, 2012 at 10:34 am

      Lee Min Ho itu gimana ya? Bukan ganteng, tapi semacam macho gitu deh Kakak. Aku suka jg, tp aku jadi merasa dikejar-kejar City Hunter *loh

       
  5. Lidya

    September 5, 2012 at 1:01 pm

    keren bisa bikin roti ya mbak

     
    • dapurhangus

      September 6, 2012 at 1:14 am

      Belum bisa bikinnn… Seringnya sih bantat mbak😦

       
  6. Junita Siregar

    September 6, 2012 at 12:45 am

    Hayoooo hasilnya di upload dooongss… Btw, udah di service si Canon Secengnya belommm?

     
    • dapurhangus

      September 6, 2012 at 1:12 am

      Belummmmm, belum diservis lensanya. Kameranya di Bandung dipake misua, mbak. Ini pake hape saja, seadanya. Nanti ya praktik bikin raginya harus ngumpulin niat dulu. Doakan😀

       
  7. en kuz

    September 6, 2012 at 2:02 am

    kalo belom pernah coba ragi alami yg sebenernya, takut salah dunk. mana tau ragi nya jadi ato ngga. … hayo piye?

     
    • dapurhangus

      September 7, 2012 at 12:50 am

      Bacanya yang lengkap dong mbakyu, JANGAN gunakan ragi jika berbau tidak enak. Ragi yg jadi baunya seperti buah asalnya.

       
  8. Anonymous

    September 6, 2012 at 2:46 am

    Upload doong contoh hasil ragi dari pisangnya,plus resep cookies yang mbak bikin tuuuh pake ragi bikinan sendiri gak ???…:)
    http://ennyslife.blogspot.com

     
    • dapurhangus

      September 7, 2012 at 12:53 am

      Kalau cookies itu sisa lebaran mbak, ga pake ragi. So far belum pernah nemu resep cookies yang pake ragi sih mbak.
      Saya belum pernah bikin, ini baru resensi saja. Nanti insya Allah ‘dipamerin’ kalau udah berhasil😀

       
  9. Al

    September 6, 2012 at 12:58 pm

    dirimu sangad membumi skalee mba, canggeehh,,, selamat buat juara 2 fotonya😉
    tapi kalo dirimu ngaku2 chef abal-abal,,,, jadi aku ini appaaa? *garuk2talenan -___-“

     
    • dapurhangus

      September 7, 2012 at 1:19 am

      Trimikisi, seneng lho aku dapet juara, semoga makin semangat belajar masak dan motret. Lha, gimana gak abal-abal? Siang masak enak, sore gosong kok hehehe… Yang diposting sih yg bagus-bagus aja pastinya😀

       
  10. uniquenda

    September 12, 2012 at 12:07 pm

    Ceu, itu pisangnya sebaiknya gunakan apa? Di bagian alat dan bahan ityu lho…kok kayaknya ngegantung.

     
    • dapurhangus

      September 17, 2012 at 8:34 am

      Eh, iya ceu, ntar diedit. Posting sambil nonton Korea, biasa deh jadi ga konsen wekekek

       
  11. Aminah Mustari

    September 13, 2012 at 8:33 am

    waaah serunyaaa

     
  12. Tita Okti

    September 14, 2012 at 2:37 am

    aku juga klo nonton pilem cari pemerannya yg ganteng..
    biar mata gak sepet..hehehe *bahasan gak penting*..

    emang butuh niat yg tulus dan iklas ya mak buat bikin yg agak2 ribet..hehehe
    klo aku bisa2 ntr raginya jadi malah jadi males bikin roti..😀

     
    • dapurhangus

      September 17, 2012 at 2:01 pm

      Tosssss, ganteng nomor 1 yak! Sebenernya nggak ribet sih, tapi aku juga belum nyobain, belum nemu botol yang pas ini😦

       
  13. Anonymous

    September 16, 2012 at 7:05 am

    wa… terima kasih atas komentar anda tentang buku saya…. saya juga baru tau ada blog yg mengenalkan buku saya… saya harap semua pembaca menikmati roti alami yg dari resep saya…

     
  14. Sangjin Ko

    September 16, 2012 at 7:08 am

    wa… terima kasih atas komentar anda tentang buku saya…. saya juga baru tau ada blog yg mengenalkan buku saya… saya harap semua pembaca menikmati roti alami yg dari resep saya…

     
    • dapurhangus

      September 17, 2012 at 2:00 pm

      Sama-sama ^^

       
    • ayu

      September 20, 2012 at 3:23 pm

      Wah.. Itu yg bicara sangjin ko beneran? Bisa bhs indonesia Ɣ᪪… Bagus tulisannya mbak, tertarik deh buatnya… Kira2 άϑά tempat lesnya ngga yaa

       
      • dapurhangus

        September 21, 2012 at 3:39 pm

        ga tau deh Sangjin Ko beneran atau bukan. Yang jelas bisa nanya2 ke sangjin Ko langsung ke snjnaturalfod@gmail.com. sapa tau dibales mbak🙂, kl tempat les aku nggak tahu🙂

         
      • ayu

        September 23, 2012 at 2:13 pm

        Kyknya άϑά yg salah ketik Ɣ᪪ di buku itu… Ttg ragi biang hal. 20-21, sepertinya yg bener hal 15-16 deh kayaknya Ɣ᪪ mbak…dah gitu hal 31 ama resep hal.99, kok bisa beda…

         
      • dapurhangus

        September 24, 2012 at 12:15 am

        iya emang ada yang salah halamannya. Semoga nanti ada edisi dua trus dibenerin ya salahnya. Seru ya baca bukunya, tapi aku belum beli buahnya euy, udah pengen banget bikin padahal.

         
  15. fikrisu

    October 12, 2012 at 10:57 am

    nice article, very helpfull & usefull. Ijin copas dan nyoba yach resepnya, abis menarik sekali sich jadi bikin ngiler nich…hehehe. Salam kenal dari INFO MESIN ROTI MURAH……

     
  16. Anonymous

    November 18, 2012 at 4:28 am

    bagi resep rotix dong mbak??? q buat kok selalu seret z mb????g bsa lmbut….

     
  17. reph07

    December 11, 2012 at 5:16 am

    mantap gan keep blogging,, kunjungan baliknya ditunggu,,
    http://rahasiaclickbankreview.vv.si

     
  18. Anonymous

    December 27, 2012 at 4:15 am

    mbak, bukannya kalau jus buah di fermentasiin bisa jadi alkohol gitu ya? halal gak sih? maaf sebelumnya.

     
  19. lulu

    January 22, 2013 at 9:41 pm

    recomended banget infonya, jadi mau beli neh ,,,and nyoba buat roti ubi tahan 1 minggu biar ga tiap hari makan ubi rebus aja….variasi menu karbohodrat…thanks so much..^^

     
  20. melani

    February 28, 2013 at 12:34 am

    Waah terjawab sudaah, selama ini bertanya2 gmn bikin ragi alami, baru tergerak untuk googling, langsung nemu artikel ini, bukunya bs dibeli dimanah?? Thanks for useful sharing ^ ^

     
    • Ika Rahma

      March 11, 2013 at 5:15 am

      di Gramedia ada mbak🙂

       
  21. Dewi Ekawulan

    November 15, 2015 at 6:22 pm

    Makasih banyak atas sharingnya ^^ Big hug

     
    • Ika Rahma

      December 4, 2015 at 8:00 am

      Terima kasih sudah berkunjung, bighug ^_^

       
  22. Gina

    March 3, 2016 at 10:08 am

    Beli bukunya dimana? Gramedia ada ngga?

     
  23. aini

    October 27, 2016 at 2:05 pm

    Saya sudah cari di gramedia tapi buku yang dimaksud sudah tidak ada lagi karena sudah lama, apakah saya bisa minta di photo copy ? saya lagi demam roti sourdough ? terima kasih

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: