RSS

Sate Telur Puyuh

24 Jun
Sate Telur Puyuh

Dalam rangka meramaikan challenge IDFB ke-5 yang temanya sate, saya bikin sate telur ini. Sate telur ini mengingatkan saya ke Pak Yanto, penjual jajanan keliling waktu saya masih kecil. Sampai sekarang beliau masih berjualan sate semacam ini juga, setidaknya sudah 25 tahun.

Selain ke Pak Yanto, sate puyuh bikin kangen lesehan pecel di Jalan Dhoho, Kediri. Kalau lagi nongkrong di situ, ngemilnya pasti sate telur puyuh ini. Mantap surantap pokoknya. Lebih mantap lagi kalau ditraktir sama emak atau bapak, wah lahap banget pasti hihihi….

Sebenernya udah beberapa kali bikin sate telur semacam ini, tapi rasanya ga bisa mendekati yang dijual di lesehan Jalan Dhoho. Penasaran dong ya pastinya, ternyata ga disangka pas bikin yang terakhir buat challenge malah sukses. Jadi, kalaupun ga menang udah punya ilmu yang sangat bermanfaat nih. Ihiyyyyy…

Sejatinya resepnya sama kayak bikin semur telur puyuh, bedanya hanya bumbunya dibiarkan meresap sampai air hampir habis. Yuk, ga usah lama-lama deh ya pembukaannya, kayak UUD aja nih pembukaan  sampai empat alinea hihi…

Bahan:

15 butir telur puyuh, rebus setengah matang (kurleb 10 menit), siram air dingin, kupas hati-hati

1 lembar daun salam

1 batang serai, dimemarkan

4 sendok makan kecap manis

3/4 sendok teh garam

1 cm lengkuas digeprek

Air secukupnya

3 buah tusuk sate

minyak untuk menumis bumbu halus dan memanggang secukupnya

Bumbu halus

4 butir bawang merah

1 siung bawang putih ukuran agak besar

1/2  sdt ketumbar

1 atau 2 kemiri

Cara membuat

1. Oseng bumbu halus, masukkan daun salam, serai, dan lengkuas. Tumis sampai harum, tambahkan air secukupnya lalu kecilkan api.

2. Masukkan telur puyuh yang sudah dikupas, aduk pelan-pelan agar telur puyuh tidak pecah.

3. Masak sampai bumbu meresap dan air berkurang. Indikasinya, warna telur puyuh menjadi kecoklatan.

4. Tusuk telur puyuh dengan tusukan sate, lalu panggang di atas teflon dengan api keciiiilll kurang lebih 5 menit. Memanggang inilah yang membuat telur puyuh menjadi kenyal dan warnanya jadi coklat sempurna. Baunya harum dan menggoda.

Ohhhh, akhirnya bisa juga bikin sate telur puyuh yang rasanya mirip banget dengan sate lesehan Jalan Dhoho, Kediri. Jadi, kalau sewaktu-waktu kangen, tinggal bikin di dapur sendiri. Saya keren kan, keren kan? *narsis*

 
5 Comments

Posted by on June 24, 2012 in Cerita dari Dapur Hangus

 

Tags: , , , , , , ,

5 responses to “Sate Telur Puyuh

  1. citra

    June 27, 2012 at 8:29 am

    Jadi ikutan kangen jg sama sate telor puyuh ni… Hehehe.. Bsk mau coba bikin ah.. Tfs ya mak..

     
    • dapurhangus

      June 27, 2012 at 6:35 pm

      Sama-sama, jgn lupa kirim sini yaaaa…

       
  2. yenytyo

    July 27, 2012 at 6:23 am

    Wah,,aseli kediri mak? smada angkatan brp mak?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: