RSS

Ndhog Asin Mbok Sum :D

30 Apr

Pemirsa, ndhog itu artinya telur ya, dan Mbok Sum itu ibuku hehehe… Dulu waktu masih SD, suka banget sama telur asin. Dulu punya langganan yang telur puyuhnya enak banget, pas asinnya, kuningnya orange cantik dan terasa masir dan berserat. Sayang harganya mahal. Ibu mulai jarang beli lagi setelah harganya lebih dari seribu (hueeee…udah lama banget kan tuh?). Orangtua temen SD dulu ada juga yang punya bisnis pengasinan telur bebek, tapi rasanya nggak sesuai ama lidah keluarga kami.

Sebulan terakhir, ibuku juga lagi belajar bikin telur asin sendiri. Ternyata ga lama udah berhasil jadi bisnis kecil-kecilan. Untungnya sih belum bisa buat beli Alphard, tapi cukuplah buat beli nasi pecel. Alhamdulillah sesuatu banget🙂.

Ternyata nggak terlalu susah ya bikin telur asin sendiri, cuma butuh kesabaran sebakul aja nungguin hasilnya. Paling cepet 10hari baru bisa dinikmati telur asinnya. Bahan-bahan pastanya juga agak susah dicari sih kalau di kota besar kayaknya.

Telur bebek yang sudah dicuci bersih harus direndam dalam pasta yang merupakan campuran bubuk batu bata, abu kayu, dan garam kristal. Fungsi abu kayu ini agar kuning telurnya kesat dan berpasir sehingga beda dengan telur rebus biasa.

Setiap 50 buah telur, setidaknya butuh 4 buah bata yang dihancurkan dan 1 kilogram abu kayu. Untuk setiap satu telur, dibutuhkan sedikitnya 7 gram garam, sedikit lebih banyak juga boleh agar telur maskin asin. Ibu saya masukin setengah kilo garam kristal untuk setiap 50 telur. Garamnya nggak boleh terlalu banyak karena nanti telurnya pahit.

Campur semua bahan pasta, tambah sedikit air sampai adonan pasta lembab dan mudah dibentuk, jangan terlalu cair. Sekarang lagi ngetren juga telur asin dengan rasa macam. Misal pengen telur asin rasa rawon, masukin bumbu rawon ke dalam pasta, nanti hasilnya akan ada rasa rawon dalam telur asin.

Bungkus permukaan telur satu per satu dengan pasta sampai telur habis, lalu simpan telur dalam ember dan timbun dengan sisa pasta. Membungkus permukaan telur satu per satu ini fungsinya agar keasinan telur merata. Bisa juga sih cuma ditimbun pasta saja, tapi asinnya nggak akan maksimal.

Kalau sudah begitu, tunggu saja sekitar 10 hari. Kalau mau asin ya tambah saja durasi perendaman. Menurut lidah saya, telur asin buatan Ibu yang pas di lidah sekitar 9-10 hari, kalau lebih rasanya keasinan.

Udah bosen nunggu telur siap dinikmati? Ya, angkat telur dari rendaman pasta, bersihkan dengan air yang diberi sedikit sabun cuci piring. Kukus telur setengah jam. Jangan lupa alasi tutup kukusan dengan serbet agar air nggak turun ke telur. Begitu api dimatikan, langsung buka tutupnya jangan ditunda-tunda. Hasilnya telurnya bisa bersih.

Mengapa dikukus? Menurut peternak bebek, telur asin yang dikukus lebih tahan lama dibanding yang direbus dan langsung bersentuhan dengan air. Kami belum mempraktekkan telur yang direbus, jadi sebenernya nggak bisa membandingkan juga.
Cara yang udah saya ceritakan di atas udah melalui beberapa kali trial dan sesekali error oleh Ibu saya. Mungkin berbeda hasilnya karena kualitas telur, batu bata, dan garamnya juga beda. Bata dari tanah liat asli tentu berbeda hasilnya dibanding bata cor. Abu kayu jati mungkin beda juga hasilnya dengan abu kayu cendana (busyet kayu mahal-mahal cuma buat bikin abu :p).

Telur bebek yang bagus biasanya dari bebek yang makanannya masih alami, warna kuning telurnya orange. Telur bebek terbaik di negeri ini mungkin telur bebek Brebes karena bebek-bebek di sana makanannya dari sawah yang berdekatan dengan laut.

•••
Setelah ibu saya bisa bikin sendiri telur asin enak, jadi lebih enak dong telur asin nggak perlu beli. Eitsss… Tapi yang ada kami bosen jadi kelinci percobaan buat nyobain tiap batch perendaman. Lihat telur asin rasanya eneg. Sayang sekali kan?

Ada yang tertarik membeli telur asin buatan ibu saya? Boleh lho memesan di Dapur Hangus, harga satuannya 2300 belum termasuk ongkos kirim dari Kediri.

 
2 Comments

Posted by on April 30, 2012 in Kisah di Balik Rasa

 

Tags: , , , , , ,

2 responses to “Ndhog Asin Mbok Sum :D

  1. tandaseru

    May 2, 2012 at 9:42 am

    tes komen pake moderasi kagak

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: