RSS

Bawang Goreng tak Renyah, Siapa Takut?

21 Apr
Bawang Goreng tak Renyah, Siapa Takut?

Sejarah menciptakan bawang goreng renyah di dapur hangus harus diabadikan pakai monumen khusus sepertinya. Ya nggak perlu seperti Monas, cukup mirip-mirip tugu di Tegalega itu hehehe… Mengapa? Perjalanannya cukup panjang saudara-saudara! Berikut secuplik kisahnya.

2 Januari 2011
Mencoba membuat bawang goreng pertama. Bawang yang warna ungu dikupas, dicuci, lalu diiris tipis. Setelah semua diiris langsung masuk penggorengan dengan minyak panas.
Status: ilmu masak cetek, cuma mengandalkan melihat emak bikin bawang goreng. Cuma bisa makan aja tentunya
Hasil: Combo ga sukses, selain ga renyah dan gurih juga gosyong *biasa*

6 Juli 2011
Percobaan ke-2, kali ini dengan bawang jenis lain. Kata Mang Sayur, bawangnya dari Thailand atau Filipina apa Vietnam gitulah pokoknya, udah lupa *gejala pikun, duh!*. Caranya masih sama dengan yang pertama karena percaya kesalahan bukan pada penggorengan tapi karena jenis bawang *langsung diserbu siluman bawang merah hahaha*
Status: gagal maning
Hasil: alhamdulillah ga gosong *tumben*, sayangnya baru sehari dia udah loyo .

25 Oktober 2011
Pantang menyerah melakukan percobaan. Kali ini bawangnya pakai bawang dari Brebes.
Status: udah baca tips dari NCC, udah gugling, tapi males nerapin tips-nya.
Hasil : bawang cuma tahan 2 hari karenaaaaa abis *nari hula-hula*. Masih belum maksimal sih kresnya, tapi not bad.

18 Januari 2011
Akhirnya bertemu bawang Sumenep! Konon kabarnya bawang jenis inilah yang paling cocok dibikin bawang goreng.
Status: udah lumayan bersahabat sama api kompor, jadi nggak gosong.
Hasilnya: sangat memuaskan, bawang lebih gurih, lebih renyah, dan mendapat pujian dari suami. Ehem!

Bagaimana tips-nya? Ikuti terus postingan ini .

1. Pilih bawang sumenep yang kecil-kecil panjang, berdasarkan pengalaman saya, hasilnya paling oke, tapi tetep aja selain bawang sumenep ga haram jadi bawang goreng (takut diprotes bawang merah).
2. Kupas lalu cuci dengan air untuk menghilangkan getah bawang, ini biar ga ada pahit-pahitnya di bawang (kalau ga salah ya). Iris bawang dengan ketebalan yang sama biar matengnya bareng juga.
3. Keringkan dengan tisu dapur sampai keriiiing ring ring, lalu campur dengan sejumput garam, aduk rata. Diamkan beberapa menit sampai garam meresap. (Bisa juga setelah dicuci ga perlu dikeringkan, tapi langsung dikasih garam, baru dikeringkan).
4. Goreng di minyak panas sedang sampai kecelup semua. Jangan terlalu panas minyaknya, apinya juga sedang aja karena takut gosyong (trauma). Segera angkat kalau udah kekuningan, jangan nunggu sampe kuning keemasan, apalagi hitam . Oya, walaupun bawang goreng diangkat ketika berwarna kuning, nanti juga masih ada proses pematangan setelah diangkat, jangan khawatir nggak mateng.
5. Siapkan tisu dapur untuk alas, lalu tunggu sampai minyaknya terserap. Kalau aku biasanya dikasih tisu atas bawah lalu ditekan-tekan biar minyak terserap sempurna.
6. Setelah dingin masukkan di wadah kedap udara.

Nah, begitulah yang sering dilakukan di dapur hangus dalam hal goreng-menggoreng bawang goreng (haiyah ga epektip banget kalimatnya). Sebelum digoreng, bisa ditambahkan maizena/tepung beras biar makin renyah, tapi saya nggak suka sih jadi berasa ada tepungnya.
Yang paling belum pernah dicoba di dapur hangus adalah merendam bawang yang telah diiris dengan air kapur sirih. Cara ini paling advance kayaknya, makanya belum pernah dicoba. Mungkin nanti ya kalau dapur hangus berencana impor bawang goreng ke Hawaii atau Antartika, cara dengan kapur sirih ini baru akan dicoba.

•••

Mengingat nggak pernah bisa masak, pas mudik justru pengen pamer ke emak kalau saya bisa bikin bawang goreng enak dan renyah, tahan lama pula. Tiba-tiba emak membuka kulkas dan mengeluarkan stok 2 plastik bawang putih goreng dan bawang merah goreng. “Ini cuma 7.500, nggak pakai nangis karena iris-iris.” *pingsan*

NB:

1.Terima kasih kepada Rella yang dengan ikhlas tapi dipaksa minjemin sushimat buat property foto. ciummm…

2. Jangan percaya tanggalnya karena pasti ngawur, tapi isinya Insya Allah benar *kabur sebelum dibakar massa*

 

Tags: , , , ,

6 responses to “Bawang Goreng tak Renyah, Siapa Takut?

  1. lulu

    November 23, 2012 at 2:21 am

    komen Emaknya bikin ketawa ngakak…..
    duh Mak…hargain dikit napa? hehehehehe
    kalau aku sih jelas beli mak….yabes males banget musti nangis2🙂
    kalau ibu angkatku dulu habis dicuci dikasi tepung

     
  2. Anonymous

    May 16, 2013 at 9:04 am

    lucu dan menarik.. salam buat emaknya ya mbak…

     
    • Ika Rahma

      May 24, 2013 at 11:36 am

      nanti disampein ya salamnya🙂. terima kasih sudah berkunjung…

       
  3. bawang goreng KIM

    November 26, 2015 at 9:35 am

    Setuju dengan mba, jenis bawang yang paling cocok untuk bawang goreng memang bawang sumenep. Ia memiliki kadar air yang lebih rendah sehingga membuatnya lebih renyah dan tahan lama. Kami juga menggunakan bawang sumenep sebagai bahan baku utama bawang goreng KIM. Salam kenal.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: